News
Minggu, 23 Februari 2020 - 10:44 WIB

Semua Korban Ketemu, Pencarian Korban Susur Sungai Sempor Sleman Dihentikan

Nina Atmasari  /  Harianjogja.com  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Proses evakuasi korban susur Sungai Sempor, Sleman, DIY, Minggu (23/2/2020). (Detik.com)

Solopos.com, SLEMAN – Operasi pencarian korban susur Sungai Sempor di Sleman, DIY, yang dilakukan tim SAR Gabungan resmi ditutup, Minggu (23/2/2020). Tim SAR gabungan telah menemukan seluruh korban dari SMPN 1 Turi Sleman yang terseret arus dalam kegiatan susur sungai, Jumat (21/2/2020).

Komandan Operasi SAR Sungai Sempor 2020, Asnawi, mengatakan pencarian yang dilakukan Minggu pagi membuahkan hasil. Dua korban terakhir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Dam Matras berjarak sekitar 400 meter dari lokasi kejadian. Kedua korban dibawa ke RS Bhayangkara DIY untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Advertisement

31.674 Sepeda Motor Baru Ngaspal Jalanan Wonogiri Selama 2018-2019

Kecelakaan air itu terjadi saat 249 siswa SMPN 1 Turi Sleman melakukan kegiatan susur sungai di Kali Sempor, Jumat siang. Susur sungai dilakukan saat banjir yang menyebabkan 10 orang meninggal dunia dan 23 lainnya terluka. Sementara 216 siswa lainnya dikonfirmasi selamat.

Dengan ditemukannya seluruh korban, maka Operasi SAR Sungai Sempor 2020 ditutup. “Kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanan Operasi SAR disampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya,” terang Asnawi dalam siaran persnya, Minggu pagi.

Advertisement

30 Tahun Jualan Arum Manis, Pria Karanganyar Ini Kantongi hingga Rp15 Juta Per Bulan

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, seorang pembina pramuka SMPN 1 Turi Sleman ditetapkan sebagai tersangka. Pembina pramuka berinisial IYA itu diketahui meninggalkan ratusan siswa setelah mengantar ke sungai dengan alasan punya keperluan lain.

Sementara ini tersangka diancam dengan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan pasal 30 akibat kelalaian yang menyebabkan orang lain terluka. Dia pun terancam hukuman lima tahun penjara dan masih diperiksa di Mapolres Sleman.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif