News
Rabu, 28 Oktober 2015 - 17:40 WIB

BISNIS BATU MULIA SOLO : Batu Akik Tertolong Konsumen Loyal

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Seorang pedagang batu akik di depan Alun-alun utara Solo, Rabu (28/10/2015). Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

Bisnis batu mulia Solo, pasar batu akik kini didominasi konsumen pencinta batu mulia.

Solopos.com, SOLO–Bisnis jual beli batu akik tetap bertahan meski tidak seramai saat booming beberapa bulan lalu. Pasar batu akik kini kembali didominasi konsumen loyal pencinta batu mulia maupun kolektor.

Advertisement

Salah satu pedagang di kompleks Pasar Cinderamata Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta, Anton, mengaku pamor batu akik kini sedang meredup. Pencinta batu akik pemula banyak yang menghilang karena kelesuan pasar.

“Pasar batu akik sedang merosot sekarang. Paling banyak diminati sekarang tinggal batu mulia, seperti rubi dan bacan. Sekarang enggak seramai beberapa waktu lalu,” katanya saat ditemui Solopos.com, Rabu (28/10/2015).

Bendahara Paguyuban Pedagang Batu Permata Karaton Surakarta, Rafi Aditya, mengatakan pembeli kini didominasi kolektor pencinta batu mulia. “Pelanggannya sekarang yang bener-bener suka dengan batu akik. Pasarnya memang menurun, tidak seperti tiga bulan lalu,” katanya.

Advertisement

Menurutnya, penurunan pasar batu akik mencapai 30%. “Dulu pas booming omzet per hari bisa lebih dari Rp3 jutaan. Kini hanya Rp1 jutaan. Pembelinya saat ini paling banyak dari kolektor,” katanya.

Menurutnya, kelesuan juga terjadi karena kejenuhan pasar karena belum banyak jenis batu akik yang muncul. Saat ini, mayoritas batu akik yang beredar di pasar merupakan produk lokal, seperti batu pacitan, garut, hingga kalimantan.

Untuk menggenjot penjualan, pedagang kini sering mengikuti kegiatan pameran di beberapa daerah. Hal itu dilakukan agar pangsa pasar batu akik tetap bertahan.

Advertisement

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif