SOLOPOS.COM - Desain dan komponen Robot AGRI-TECHCONTROL

Pengendalian organisme pengganggu tanaman telah menjadi masalah yang harus diselesaikan.

Caranya, tidak dapat hanya mengandalkan penggunaan pestisida kimia yang dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan lingkungan.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Di era society 5.0 ini, inovasi dilakukan untuk menciptakan Agri-Techcontrol yakni smart farming robotic yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian untuk mengendalikan hama pertanian.

Inovasi ini berbasis artificial intelligence dan internet of things yang ditunjang dengan pemanfaatan panel surya, Light Emitting Diode (LED), dan gelombang ultrasonik.

Ekspedisi Mudik 2024

Agri-Techcontrol akan didesain menjadi robot yang menyerupai orang-orangan sawah dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik dan lampu LED untuk membasmi serangan organisme penggangu tanaman.

Dengan demikian, kerugian hasil panen akibat serangan hama tanaman bisa ditekan dan dapat meningkatkan perekonomian petani yang selalu dipandang sebagai profesi tidak menjanjikan untuk generasi muda.

Konsep yang disusun dalam esai berjudul Agri-Techcontrol: Smart Farming Robotic Berbasis Artificial Intelligence Dan Internet Of Things Sebagai Upaya Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Era Society 5.0 itu mengantarkan Desti Nicawati dari UGM Jogja sebagai juara I Lomba Esai Nasional Censor Festival 2024 yang diselenggarakan FISIP UNS Solo.

Dalam tulisannya, Desti Nicawati memaparkan konsep Agri-Techcontrol sebagai robot yang didesain seperti orang-orangan sawah berkonsep smart farming dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence dan internet of things.

Kegunaannya, untuk membasmi hama pertanian sehingga dapat mendorong sistem produksi pangan yang berkelanjutan, membantu menjaga ekosistem terhadap perubahan iklim, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mempertahankan kualitas tanah lahan pertanian.

Dalam mengendalikan hama tanaman, Agri-Techcontrol menggunakan panel surya yang diletakkan pada bagian kepala robot dan memanfaatkan gelombang ultrasounik sebagai pengusir hama pertanian.

Di samping itu, media lampu LED digunakan untuk menarik hama ke dalam drawer trap sehingga pembasmian hama pertanian ini lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida.

Robot Agri-Techcontrol juga ditunjang dengan mobile control otomatis yang memanfaatkan internet of things untuk memudahkan pengontrolan dan pemantauan robot smart farming dari jarak jauh sehingga dapat mempermudah pekerjaan petani.

Robot Agri-Techcontrol juga dilengkapi dengan sensor pendeteksi hama tanaman pada fitur camera yang membantu mengidentifikasi spesies hama tanama secara akurat.

Dengan demikian, petani dapat melakukan pengambilan tindakan pencegahan dini sebelum hama tanaman menyebar secara signifikan.

Kombinasi antara internet of things sebagai pemantau dari arah gerakan robot Agri-Techcontrol yang terintegrasi dengan kecanggihan artificial intelligence sangat menunjang kinerja robot pengendali hama tanaman agar dapat berkembang semakin baik, efisien, dan pastinya ramah lingkungan.

Dengan adanya kecanggihan teknologi smart framing robot Agri-Techcontrol yang diciptakan ini membuat petani bisa memantau dan menanggulangi hama yang menyerang lahan pertaniannya dengan cara yang efisien melalui gadget masing-masing.

Agar pemanfaatan robot Agri-Techcontrol berbasis artificial intelligence dan internet of things termaksimalkan dan berkelanjutan dibutuhkan kerja sama lintas sektoral baik dari petani, pemerintah, akademisi, maupun pihak swasta sebagai investor.

Artikel ini ditulis oleh Desti Nicawati dari UGM Jogja sebagai juara I Lomba Esai Nasional Censor Festival 2024 yang diselenggarakan FISIP UNS Solo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya