News
Kamis, 19 Juni 2014 - 10:43 WIB

MASALAH DIFABILITAS : Rektor UNS Dorong Mahasiswa Perjuangkan Pendidikan Inklusi

Redaksi Solopos.com  /  Mulyanto Utomo  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Rektor UNS Prof Dr Rafik Karsidi saat menjadi pembicara utama seminar. Mulyanto/JIBI/Solopos

Solopos.com, SOLO — Rektor UNS Ravik Karsidi mendorong sekaligus mengapresiasi para mahasiswa yang telah dan akan memperjuangkan pendidikan inklusi di Indonesia.

“Jika yang melakukan gerakan advokasi atau peduli terhadap pendidikan inklusi ini para mahasiswa biasanya lebih mandi (berpengaruh),” kata Ravik Karsidi ketika menjadi Pembicara Utama seminar urgensi Inklusi di Indonesia, yang diselenggarakan oleh mahasiswa UNS yang tergabung dalam Gapai (Gerakan Peduli Indonesia Inklusi), Kamis (19/6/2014).

Advertisement

Seminar yang digelar di Aula Fakultas Hukum UNS itu dihadiri para guru, pengasuh sekolah-sekolah berkebutuhan khusus dan wakil mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Soloraya.

Lebih lanjut Rektor UNS menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat, termasuk di dalamnya mahasiswa, sudah diatur dalam Permendiknas No 70 tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa.

“Di pasal-pasal Permendiknas ini jelas sudah diatur secara jelas bahwa setiap peserta didik yang memiliki kelainan fisikn emosional, mental, sosial atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa berhak mengikuti pendidikan secara inklusi pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya,” tandas Ravik Karsidi.

Advertisement

Menurut Ravik, mahasiswa sebagai generasi muda harus bergerak dan peduli kepada persoalan difabilitas ini karena masalah ini menyangkut persoalan hidup dan kehidupan masyarakat yang seringkali tidak diperhatikan.

“Anda harus aktif membantu, memantau,mengidentifikasi, mengevaluasi bahkan melakukan advokasi terhadap persolan pendidikan inklusi ini,” papar Ravik Karsidi.

Salah satu hal yang wajib diperhatikan keterlibatan mahasiswa dalam persoalan pendidikan inklusi ini adalah perhatian atas azas-azas yang ada di dalamnya, di antaranya menyangkut keterjangkauan, kebinekaan, keadilan dan tanggung jawab. (Mulyanto Utomo/JIBI/Solopos)

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif