Tahukah Anda? Kota Solo Saksi Sejarah Haornas

Logo Haornas 2019 (Pictagram)
09 September 2019 11:00 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Ada yang spesial pada 9 September setiap tahunnya. Tanggal itu diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas). Sejarah Haornas sangat lekat dengan Kota Solo, Jawa Tengah. Tahukah Anda bagaimana awal mula Haornas?

Haornas diperingati bertepatan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Indonesia yang digelar di Kota Praja Surakarta (sekarang Kota Solo, Jawa Tengah), 9-12 September 1948. PON I yang diselenggarakan 9 September 1948 diresmikan oleh Presiden Soekarno.

Penutupan PON I pada 12 September 1948 dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Komite Olimpiade Republik Indonesia (PON). PON I diikuti atlet dari 13 kota, yakni Yogyakarta, Madiun, Magelang, Semarang, Bandung, Malang, Solo, Surabaya, Pati, Kedu, Banyuwangi, dan Jakarta.

Pesta olahraga ini diikuti sekitar 600 atlet yang memperebutkan medali dari sembilan cabang, yakni bulu tangkis, tenis, panahan, renang, basket, lempar cakram, sepak bola, dan atletik. Kala itu, kontingen Solo menjadi juara PON I dengan membawa pulang 36 medali dari total 108 medali.

Selain melihat kemampuan atlet lokal, PON I digelar guna memperlihatkan kepada bangsa lain bahwa Indonesia mampu menggelar pesta olahraga berskala nasional, meski wilayahnya dipersempit akibat Perjanjian Renville.

Kesuksesan PON I itulah yang meningkatkan semangat pemerintah menggelar dan mengirim atlet lokal mengikuti pesta olahraga lainnya.

Sejak saat itu, tanggal 9 September selalu diperingati sebagai Haornas. Peringatan ini dilakukan guna mengingatkan masyarakat untuk membudayakan olahraga. Peringatan Haornas 2019 kali ini digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.