Veronica Koman & Surya Anta Tersangka, Komnas HAM Kritik Polisi

Komnas HAM (komnasham.go.id)
06 September 2019 20:30 WIB Rayful Mudassir Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Eksternal Komnas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Sandrayati Moniaga menilai penetapan tersangka dua aktivis hak asasi manusia terkait kerusuhan di Papua tidak berbasis pemahaman tentang pembela hak asasi.

Kedua aktivis yang dimaksud adalah Veronica Koman dan Surya Anta Ginting. Veronica Koman dituding memprovokasi perusuhan di Papua dan Papua Barat. Veronica terancam dikenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Adapun Anta Surya Ginting yang juga Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRIWP) ditangkap karena diduga mengibarkan bendera Bintang Kejora saat aksi di depan Istana Merdeka terkait kerusuhan Papua. Keduanya telah menjadi tersangka pasca kerusuhan.

Sandrayati mengatakan aparat kepolisian tidak melihat dua aktivis tersebut sebagai pembela HAM. Padahal menurut mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa, pembela HAM harus mendapat perlindungan lebih dari negara. Negara kata dia, harus dapat melihat bahwa kedua aktivis ini memiliki peran yang unit di masyarakat.

"Mereka itu kan memang berperan aktif dalam pemajuan pembelaan hak asasi manusa. Human right defenders ini kan banyak terlibat membantu petani, masyarakat adat dan lain-lain," katanya di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Sebagai aktivis HAM, keduanya dikenal sebagai pengacara untuk masyarakat Papua di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Karena itu aparat harus dapat melihat posisi mereka sebagai pembela hak asasi manusia.

Polda Metro Jaya sebelumnya menangkap delapan aktivis yang melakukan aksi terkait Papua di depan istana mereka. Para aktivis diduga melakukan pengibaran bendera Bintang Kejora di tengah aksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan dua dari delapan orang tersebut telah dibebaskan. Pasalnya dua orang itu tidak terbukti melakukan pengibaran bendera. Sementara itu, sisanya masih ditahan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

"Dari delapan orang yang ditangkap, dua orang dipulangkan, jadi enam orang [yang tersisa]," kata Argo belum lama ini.

Dari enam orang tersebut, salah satuny adalah Surya Anta Ginting. Sementara itu Veronika Koman diburu oleh Interpol karena diduga sedang berada di luar negeri. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur.

Sumber : Bisnis/JIBI