IDX-RHB Investment Summit 2019: Aplikasi Trading Terbaik Diluncurkan

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) memukul gong sebagai tanda dibukanya IDX-RHB Investment Summit 2019 di Hotel Marriott, Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kota Jogja, DIY, Rabu (4/9 - 2019). (Solopos.com/Ginanjar Saputra)
06 September 2019 08:00 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, JOGJA — Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT RHB Sekuritas Indonesia menggelar IDX-RHB Investment Summit 2019 di Hotel Marriott, Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), selama tiga hari, Rabu-Jumat (4-6/9/2019).

Acara yang mempertemukan para investor, pembuat kebijakan tingkat tinggi, pakar industri, dan sejumlah pengusaha ternama itu bertujuan mendukung pendalaman pasar di pasar modal Indonesia. IDX-RHB Investment Summit 2019 dibuka dengan sambutan Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, dan Group Managing Director RHB Banking Group, Dato Khairussaleh Ramli.

Acara dilanjutkan dengan keynote speech atau pidato kunci dari Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi sesi pertama bertema Indonesia as Manufacturing Powerhouse to Drive New Foreign Direct Investment Flow. Diskusi sesi pertama menghadirkan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi dan Pengamat Ekonomi serta Menteri Keuangan Periode 2013-2014 Muhammad Chatib Basri.

Aplikasi Trading
Seusai diskui sesi pertama, PT RHB Sekuritas meluncurkan aplikasi trading atau jual beli saham, RHB TradeSmart ID 2.0 dan RHB TradeSmart Syariah. Head of E-Broking & Retail Development PT RHB Sekuritas Indonesia, Thomas Nugroho, mengatakan aplikasi tersebut sangat berbeda dengan aplikasi trading lain karena dilengkapi dengan fitur Assisted Robo Optimization (ARO).

Fitur ARO merupakan keunggulan bagi TradeSmart ID dibandingkan aplikasi trading lainnya. "Kalau yang lain memang belum ada yang dilengkapi dengan robotic technical secara otomatis. Kalau lainnya itu memberikan informasi dari apa yang mereka miliki, tapi kalau di RHB itu memberikan analisa dari saham-saham yang Anda secara personal mau. Jadi belum tentu saham kami itu preferensinya sama. Nah, ARO-nya kita ini memberikan analisa yang individual," ujar Thomas saat Konferensi Pers di sela-sela acara IDX-RHB Investment Summit 2019.

Dengan ARO, para pengguna bisa mengetahui kapan waktu terbaik harus membeli atau menjual saham. Namun, keputusan untuk membeli atau menjual saham ada di tangan para penggunanya. TradeSmart ID dan TradeSmart Syariah memang sangat memudahkan untuk melakukan trading karena bisa dilakukan melalui ponsel.

Sementara itu, Presiden Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia, Iwanho, mengatakan RHB juga meluncurkan Tradesmart ID Syariah demi memenuhi kebutuhan para investor yang menginginkan transaski sesuai aturan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. "Jadi bagi yang ingin melakukan transaksi sesuai dengan syariah bisa menggunakan TradeSmart Syariah," katanya.

Hari pertama IDX-RHB Investment Summit 2019 dilanjutkan dengan diskusi sesi kedua dengan tema Infrastructure-Key Infrastructure Projects for 2019-2024. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, menyampaikan keynote speech terkait infrastruktur dari perspektif regulasi di industri bidang keuangan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

TradeSmart ID dan TradeSmart Syariah diluncurkan dalam acara IDX-RHB Investment Summit 2019 karena RHB ingin melakukan sesuatu yang nyata dalam menggerakkan capital market di Indonesia.

"Sehingga ini kita launch RHB TradeSmart ID dan TradeSmart Syariah itu sangat memudahkan pengguna bertransaksi lebih giat lagi. Untuk keseluruhan, bisa mengerti dengan capital market dan ikut berpartisipasi itu dari segi corporate. Tapi dari segi retail yang kami harapkan adalah mereka bisa melakukan transaksi sebagai yang sudah trdaftar sebagai nasabah, dan yang belum sebagai nasabah bisa mendaftar untuk menjadi nasabah dan ikut berpartisipasi dalam capital market di Indonesia," ujarnya.

Di sesi kedua, beberapa hadir narasumber, yakni Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Edwin Syahruzad, Direktur Human Capital & Pengembangan PT Hutama Karya (Persero) Putut Ariwibowo, serta SVP Head of Strategy & Business Development PT Waskita Karya (Persero) Tbk Daniel Fitzgerald Liman.

Selain industrialisasi dan infrastruktur, seminar IDX-RHB Investment Summit 2019 juga membahas sektor teknologi di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Rudiantara hadir sebagai keynote speaker dalam sesi ketiga bertema Digitalizing Indonesia’s Growing Middle Class.

Selain itu, hadir pula perwakilan beberapa pejabat unicorn di Indonesia, yakni Direktur Gojek Andre Soelistyo, Chief Strategic Officer Bukalapak Teddy Oetomo, dan CEO Link Aja Danu Wicaksana sebagai panelis diskusi tentang dampak besar startup bagi pelanggan dan pasar di Indonesia.

Kenapa di Jogja?
Jogja dipilih sebagai lokasi IDX-RHB Investment Summit 2019 lantaran keindahan budaya dan objek wisatanya. Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, mengatakan Jogja dipilih agar investor asing melihat betapa indahnya wilayah Indonesia, bukan hanya Bali.

"Kita ajak mereka ke Jogja, kita kenalkan the beauty of Indonesia, bukan hanya Bali, meski saya dari Bali, tapi Jogja itu sangat cantik. Kultur budaya mungkin bisa meningkatkan ambience dari pertemuan ini," ungkapnya.

Tak jauh beda, Presiden Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia Iwanho menjelaskan Kota Jogja dipilih sebagai lokasi IDX-RHB Investment Summit 2019 karena ingin memperkenalkan keindahan Indonesia kepada para investor asing.

"Kita mau mengenalkan suatu tempat yang tidak kalah eksotisnya dengan Bali misalnya, yaitu di Jogja. Jogja itu banyak sekali hal yang bisa di-explore dan dikembangkan. Kita bawa investor dari Singapura dan Malaysia karena kita mau mereka melihat Indonesia is a growing country, is a stable country," tandasnya.

Harapan
Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, menyampaikan IDX-RHB Investment Summit 2019 merupakan wujud kerja sama yang sangat harmonis antara BEI dan stakeholder, dalam hal ini PT RHB Sekuritas Indonesia. "Kita harapkan dengan kolaborasi ini bisa meng-encourage dari sisi investor, bagaimana kita mendatangkan investor dari luar, kedua kita ajak juga descision maker [pengambil keputusan], investor retail juga kita ajak," ujar Inarno.

Selain itu, Inarno juga berharap acara tersebut mampu meningkatkan literasi masyarakat terkait capital market sekaligus memperkenalkan kepada investor asing betapa potensialnya pasar modal di Indonesia. "Di capital market kita harapkan bisa membantu pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Kita berikan infoprmasi kepada masyarakat, kita ajak investor asing masuk ke Indonesia, melihat capital market kita," ujarnya.

Senada dengan Inarno, Presiden Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia, Iwanho, berharap acara tersebut mampu meningkatkan literasi masyarakat terkait pasar modal. Selain itu, ia berharap perekonomian Indonesia akan lebih bergairah ke depannya.

Pada Kamis (5/9/2019), acara ini masih akan dimeriakan berbagai seminar yang tidak kalah menarik dengan seminar yang diadakan di hari pertama. Salah satu seminar yang akan dilakukan bertajuk Road to Initial Public Offering (IPO) for Invited Business Owners yang akan menghadirkan Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna, Presiden Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia Iwanho, dan Presiden Direktur PT Kino Indonesia Harry Sanusi yang akan hadir sebagai success story dari perusahaan tercatat.

Selain menghadirkan regulator, pimpinan perusahaan besar, serta tokoh sentral lainnya, acara ini juga turut menghadirkan Investor kondang Indonesia Lo Kheng Hong yang juga akan menjadi salah satu pembicara di IDX-RHB Invenstment Summit 2019.