Keluarga Diteror Akibat Disertasi Milk Al-Yamin, Doktor UIN Jogja akan Lapor Polisi

Abdul Aziz (Solopos/Iskandar)
05 September 2019 14:15 WIB Iskandar Nasional Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kontroversi soal disertasi Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrour sebagai Keabsahan Hubungan Seksual non-Marital, yang ditulis oleh Abdul Aziz, dosen IAIN Surakarta, berbuntut panjang.

Sang dosen yang menyusun disertasi itu demi meraih gelar doktor dari UIN Sunan Kalijaga Jogja berencana melaporkan sejumlah akun  media sosial (medsos) ke polisi.

Hanya saja, Abdul Aziz belum menjadwalkan kapan akan melapor ke polisi. Aziz berniat melapor ke Polres Karanganyar, sesuai lokasi tempat tinggalnya.

Pelaporan ke polisi akan dilakukan karena Abdul Aziz menilai tulisan-tulisan yang ada di media sosial seperti di Facebook isinya sudah keterlaluan.

"Karena sudah menyerang ke Facebook istri saya dan juga ke Facebook saya dengan kata-kata tak pantas,” ujar Abdul Aziz saat ditemui di kediamannya di Paulan, Colomadu, Karanganyar, Rabu (4/9/2019).

Aziz mencontohkan hujatan yang dialamatkan ke dirinya antara lain komentar bernada pelecehan terhadap istri dan putrinya. 

Lebih lanjut, Aziz mengaku juga menerima telepon dari berbagai orang tak dikenal yang menanyakan disertasinya. Namun ujung-ujungnya si penelepon meminta sejumlah uang.

“Ada yang mengatasnamakan dari kepolisian yang bekerja sama dengan MUI. Si penelepon minta ketemu, tapi setelah sekian lama bicara akhirnya intinya juga meminta uang. Saya baru ngeh bahwa ini telepon tidak jelas, sehingga pembicaraan terus segera saya akhiri dan masih banyak lagi,” ujar dia.

Sebelumnya Abdul Aziz telah membuat surat pernyataan mengubah judul disertasinya menjadi Problematika Konsep Milk al-Yamin dalam Pemikiran Muhammad Shahrour dan menghilangkan beberapa bagian kontroversial dalam disertasi.

“Saya juga mohon maaf kepada umat Islam atas kontroversi yang muncul karena disertasi saya ini. Saya juga menyampaikan terima kasih atas saran, respons, dan kritik terhadap disertasi ini dan terhadap keadaan yang diakibatkan oleh kehadirannya dan diskusi yang menyertainya,” sebut Aziz dalam surat pernyataan tertanggal 3 September 2019.