Setelah Hantam Bahama, Badai Dorian Ancam AS

Potret dari udara penampakan bangunan dan rumah warga di Bahama hancur usai diterjang Badai Dorian. (Michelle Cove/Trans Island Airways - via Reuters)
04 September 2019 21:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, BAHAMA – Bencana alam berupa badai Dorian menghantam Bahama, Senin (2/9/2019) kini bergerak ke pantai timur Amerika Serikat. Kini, tiga negara bagian di Amerika Serikat bersiap menghadapi badai yang masuk di kategori V pada skala badai Saffir-Simpson.

Badai Dorian yang meluluhlantakan Bahama juga merenggut sekitar tujuh nyawa. Palang Merah Internasional memperkirakan sekitar 13.000 bangunan rusak akibat angin kencang disertai hujan deras itu. Rekaman video yang disiarkan beberapa stasiun televisi memperlihatkan ratusan bangunan dan mobil porak-poranda.

Dikutip dari Reuters, Rabu (4/9/2019), badai Dorian adalah siklon tropis Atlantik yang diperkirakan menerjang Amerika Serikat. Badai ini terbentuk dari gelombamng tropis pada 24 Agustus 2019 di Atlantik Tengah. Badai ini terjadi secara bertahap hingga akhirnya menyapu kawasan Bahama.

Badai Dorian masuk kategori tinggi dengan kekuatan angin mencapai 295km/jam. Siklon ini meningkat secara bertahap bergerak menuju Antillen kecil sebelum membentuk badai pada 28 Agustus 2019.

Pada 31 Agustus 2019, Dorian disebut menjadi badai besar karena naik ke kategori V. Badai Dorian di Bahama bertahan pada kategori tersebut selama 185 menit dengan kecepatan angin 295km/jam dan tekanan minimun 910 milibar.

Saat ini, pemerintah setempat telah mengungsikan warganya yang terdampak badai Dorian ke tempat yang lebih aman. Sejumlah video viral di media sosial memperlihatkan sapuan badai Dorian yang amat mengerikan. Badai tersebut bahkan sempat menyebabkan bencana alam tsunami setinggi atap rumah.