Doktor UIN Jogja Ungkap Hujatan, Termasuk di Kolom Komentar Video TVOne

Abdul Aziz (Harian Jogja / Budi Cahyana)
04 September 2019 22:45 WIB Iskandar, Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Abdul Aziz, penulis disertasi Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrour sebagai Keabsahan Hubungann Seksual non-Marital yang juga dosen IAIN Surakarta, berencana melaporkan sejumlah akun di media sosial (medsos) ke polisi. Isi unggahan di akun-akun itu dinilai sudah keterlaluan.

“Tulisan-tulisan yang ada di media sosial seperti di Facebook isinya sudah keterlaluan, karena sudah menyerang ke Facebook istri saya dan juga ke Facebook saya dengan kata-kata tak pantas,” ujar dia ketika ditemui Solopos.com di kediamannya di Paulan, Colomadu, Karanganyar, Rabu (4/9/2019).

Hanya saja dia belum menjadwalkan kapan akan melapor ke polisi. Namun dia merencanakan dalam waktu dekat akan melapor ke Polres Karanganyar, sebab dia tinggal di Colomadu.

Aziz mencontohkan hujatan yang dialamatkan ke dirinya antara lain mengatakan kalimat yang bernada pelecehan terhadap keluarganya. Ada juga akun yang mengatas namakan Habib Rizieq TV yang mengatakan kata tak senonoh tentanga UIN Sunan Kalijaga Jogja. Unggahan akun itu yang mencap dosen dan rektor UIN Jogja sesat dan seterusnya.

Penelusuran Solopos.com, Habib Rizieq TV merupakan nama sebuah channel Youtube. Komentar berisi hujatan yang dimaksud oleh Abdul Aziz tersebut ditulis pengguna channel Habib Rizieq TV pada kolom komentar video unggahan channel Talk Show tvOne berjudul Milk Al Yamin Seks Diluar Nikah Tapi Tak Melanggar Syariah? Begini Penjelasan Abdul Aziz.

Pada kolom komentar video itu, channel Habib Rizieq TV bukan satu-satunya yang berkomentar. Ada ratusan komentar baik yang pro maupun yang kontra terhadap pemikiran Muhammad Syahrur itu, bahkan menyalahkan pihak terkait di luar konteks disertasi.

Selain itu, Abdul Aziz juga mengaku banyak menerima telepon dari berbagai orang tak dikenal yang menanyakan disertasinya. Namun ujung-ujungnya meminta sejumlah uang.

“Ada yang mengatasnamakan dari kepolisian yang bekerja sama dengan MUI. Si penelepon minta ketemu, tapi setelah sekian lama bicara akhirnya intinya juga meminta uang. Saya baru ngeh bahwa ini telepon tidak jelas, sehingga pembicaraan terus segera saya akhiri dan masih banyak lagi,” ujar dia.

Di sisi lain dia yang menyatakan mendapat kritik dan masukan dari para promotor dan penguji pada ujian terbuka membuat surat pernyataan mengubah judul menjadi Problematika Konsep Milk al-Yamin dalam Pemikiran Muhammad Shahrour dan menghilangkan beberapa bagian kontroversial dalam disertasi.

“Saya juga mohon maaf kepada umat Islam atas kontroversi yang muncul karena disertasi saya ini. Saya juga menyampaikan terima kasih atas saran, respons dan kritik terhadap disertasi ini dan terhadap keadaan yang diakibatkan oleh kehadirannya dan diskusi yang menyertainya,” sebut surat pernyataan tertanggal 3 September 2019 itu.