Wiranto Janji Tangkap Benny Wenda Jika Masuk Indonesia

Menko Polhukam Wiranto bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan perkembangan pascakerusuhan di Jakarta, Rabu (22/5 - 2019). (Antara/Dhemas Reviyanto)
04 September 2019 17:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan akan menangkap Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan PapuaMerdeka atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda, begitu masuk ke Indonesia. Saat ini Benny Wenda mendapatkan suaka di Inggris.

Hal itu dikatakan Wiranto ketika ditanya soal proses hukum Benny Wenda yang disebut sebagai biang kerok kerusuhan Papua. Indonesia pun kesulitan memproses hukum Benny Wenda.

"Masuk ke Indonesia saya tangkap atau kita tangkap," kata Wiranto saat jumpma pers di Kantornya, Rabu (4/9/2019), dilansir Suara.com.

Wiranto juga menjelaskan untuk memproses hukum Benny Wenda harus menggunakan jalur internasinal. Indonesia pun akan berhadapan dengan proses hukum yang rumit.

"Tatkala mereka sudah bukan warga negara Indonesia dan juga sudah ada perlindungan suaka dari negara-negara lain, prosesnya kan tidak sesederhana yang kita pikirkan," katanya.

Wiranto juga menjelaskan Indonesia tidak bisa kerjasama dengan interpol untuk menangkap Benny Wenda. Sebab Benny Wenda adalah bukan penjahat perang. "Itu bukan penjahat perang, itu penjahat politik," kata Wiranto.

Sebelumnya, Wiranto menyebut Benny Wenda sebagai aktor di balik konflik Papua. Kepala Staf Presiden Moeldoko sebelumnya juga melontarkan pernyataan serupa.

Wiranto mengatakan Benny Wenda adalah provokator karena sering menyuarakan ke dunia internasional tentang Papua. Benny, kata Wiranto, juga menjelekkan Indonesia dengan menuduh selalu menelantarkan Bumi Cendrawasih.

“Seakan-akan banyak pelanggaran HAM setiap hari, penyiksaan, pembunuhan, tetapi semua itu kan tidak benar. Kalau Benny Wenda kan sejak dulu aktivitasnya sangat tinggi. Dia ke sana ke mari, ke luar negeri, keluar masuk, memberikan informasi palsu,” katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Merespons pernyataan Wiranto, Benny menyebut tuduhan itu lucu dan tak berbasiskan pada data historis. Dia justru membalikkan tuduhan itu kepada Wiranto, yang menurutnya pernah terlibat dalam operasi militer di Timor Leste.

“Wiranto, orang yang mengalamatkan tuduhan kepada saya ini lupa, bahwa dia pernah melakukan genosida di Timor Leste,” kata Benny.

Benny balik menuding Wiranto mempunyai pengalaman di Timor Leste. Di sana, kata dia, Wiranto juga menciptakan milisi-milisi sipil untuk dibenturkan dengan rakyat Timor Leste yang tengah berjuang untuk referendum.

Sumber : Suara.com