Menkominfo: Hoaks Soal Papua Berasal dari 20 Negara

Menkominfo Rudiantara menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/5 - 2019). (Antara/Muhammad Iqbal)
04 September 2019 06:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan kanal atau URL penyebar hoaks Papua terdeteksi berasal dari 20 negara. Menurutnya, ada 555.000 URL atau kanal yang dideteksi menyebarkan hoaks dan provokasi.

"Ada 20 negara lebih, yang mention-nya berasal dari negara tersebut. Tetapi belum tentu warga negara tersebut yang [mengunggah], tetapi asalnya dari negara tersebut," kata Menkominfo Rudiantara di Jakarta setelah pertemuan setingkat menteri membahas perkembangan arus informasi Papua, Selasa (3/9/2019).

Menkominfo tidak menjelaskan secara spesifik alamat IP penyebar dari negara mana saja, tetapi salah satu alamat penyebar hoaks tersebut berasal dari Eropa. "Kebanyakan dari dalam negeri mentionnya, tetapi juga ada dari luar negeri, salah satu negara Eropa," katanya.

Menkominfo menyatakan hingga 2 September 2019 pihaknya sudah mendeteksi setidaknya ada 555.000 URL atau kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoaks. "Dari jumlah itu ada 100.000 lebih orisinal akun memposting hoaks," ucapnya.

Penyebaran hoaks provokasi yang sifatnya mengadu domba tertinggi kata dia, dicatat pada 30 Agustus 2019, angkanya mencapai 75.000. "Yang paling banyak Twitter, asalnya seluruhnya, seluruh dunia," ujar Rudiantara.

Dia mengatakan beragam hoaks yang disampaikan kanal-kanal tersebut, mulai disinformasi hingga informasi yang bertujuan menghasut dan mengadu domba. "Beritanya macam-macam. Disinformasi masih rendah sifatnya, namun kalau sudah menghasut, mengadu domba, sudah keterlaluan," katanya.

Kemenkominfo, kata dia, sudah melakukan penindakan di dunia maya, sementara penindakan di dunia nyata merupakan kewenangan kepolisian. Rudiantara mengimbau masyarakat untuk membantu menangkal hoaks dengan tidak menyebarkannya jika mendapatkan informasi semacam itu.

"Kembali ke kita semua. Jangan forward, [tapi] hapus. Kita kan rugi dapat hoaks, informasinya enggak benar kita rugi, yang kedua rugi pulsa," katanya.

Pada kesempatan itu, hadir Menko Polhukam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen (Purn) TNI Hinsa Siburian. Namun, Wiranto dan Moeldoko meninggalkan lokasi sebelum konferensi pers dimulai sehingga Rudiantara yang menyampaikan pernyataan kepada wartawan, didampingi Hinsa Siburian.

Sumber : Antara