Kelelahan, Tri Susanti Batal Diperiksa Soal Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua

Massa yang tergabung dalam Mahasiswa Papua melakukan aksi di Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/8 - 2019). (Antara/Raisan Al Farisi)
30 Agustus 2019 17:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Pemeriksaan pertama Tri Susanti alias Mak Susi sebagai tersangka penyebaran kabar bohong bendera Merah Putih dibuang ke got sehingga memicu pengepungan disertai aksi rasis di depan Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Jumat (16/8/2019) lalu, terpaksa batal. Susi dikabarkan sakit karena kelelahan.

"Hari ini saya datang untuk memberitahukan bahwa klien saya sakit dan tidak bisa memenuhi panggilan penyidik," terang Sahid, kuasa hukum Tri Susanti ditemui di Polda Jatim, Jumat (30/8/2019).

Selain pemberitahuan, lanjut Sahid, dia juga meminta penundaan jadwal pemeriksaan kliennya. Harapannya, pemeriksaan bisa dijadwalkan pada pekan depan. "Kami juga minta penundaan jadwal pemeriksaan. Kami minta Senin atau Selasa pekan depan," tuturnya.

Sebelumnya, Polda Jatim kembali tetapkan satu tersangka pengepungan Asrama Mahasiswa Papua Jl Kalasan, Surabaya. Penetapan tersangka baru ini setelah penyidik Subdit Cyber Crime menemukan bukti kuat adanya rasis yang diucapkan tersangka.

"Kami sudah menetapkan satu tersangka baru. Inisialnya SA hasil pemeriksaan dua saksi dan bukti video," tegas Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (30/8/2019) seusai salat Jumat.

Untuk diketahui, saat ini Polda Jatim telah memeriksa 29 saksi atas kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, penyidik Polda Jatim telah menetapkan dua tersangka yakni Tri Susanti dan inisial SA. Selain itu juga telah mencekal 6 saksi.

Kasubdit Siber Polda Jatim AKBP Cecep menjelaskan enam orang yang dicekal keluar negeri memiliki keterlibatan erat hingga terjadinya insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.

"Peranannya ya mengikuti dalam perencanaan kegiatan pemasangan bendera di tanggal 16 [Agustus 2019]," ungkapnya.

Sumber : Suara.com