Kominfo Bantah Matikan Akses Telepon di Papua, Tapi BTS Dibakar Massa

Massa yang tergabung dalam Mahasiswa Papua melakukan aksi di Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/8 - 2019). (Antara/Raisan Al Farisi)
29 Agustus 2019 21:35 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membantah telah mematikan akses komunikasi penggunaan telepon dan pesan singkat saat terjadi kericuhan dalam aksi demonstrasi di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019).

Direktur Jenderal Aplikasi Informasi Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan tidak ada pemutusan telekomunikasi di Jayapura, Papua. "Tidak ada pemutusan telekomunikasi," ujar Semuel seperti dikutip Solopos.com dari Suara.com, Kamis (29/8/2019).

Berdasarkan laporan operator, Semuel mengatakan ada kabel koneksi antar Base Transceiver Station (BTS) dibakar massa. Ia menyebut kabel koneksi antar BTS yang dibakar itu menyebabkan jaringan selular mati.

"Dari laporan operator, kabel koneksi antar BTS dibakar massa. Ini yang mengakibatkan jaring selular mati," kata dia. Selain itu ia menyebut ada 313 BTS yang tidak berfungsi dengan baik di Papua.

"Ada 313 BTS yang tidak berfungsi," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya oleh Solopos.com, akses komunikasi telepon dan pesan singkat di Kota Jayapura dimatikan sejak Kamis (29/8/2019) sore pukul 15.30 WIT. Saat itu massa yang berunjuk rasa mulai menuju arah Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Menurut pantauan Kantor Berita Antara dari Jayapura, Papua, Kamis, setelah akses Internet diblokir selama kurang lebih dua pekan, kini akses komunikasi lainnya juga tidak dapat digunakan.

Subarna, salah satu warga Jayapura di Jayapura, Kamis, mengatakan gelisah karena tidak dapat menghubungi keluarga di rumah untuk mengecek situasi. "Saya telepon berulang-ulang tapi tidak bisa, saya khawatir keluarga, jangan sampai masih ada yang di jalan," katanya.

Senada dengan Subarna, Markus mengatakan setelah dipulangkan lebih awal oleh kantornya, dirinya juga agak takut untuk melewati rute jalan yang dilewati oleh massa pengunjuk rasa. "Infonya di Abepura sudah rusuh karena ada aksi pembakaran, makanya kami yang bekerja di perbankan dipulangkan lebih awal," katanya.

Sumber : Suara.com, Antara