Dubes RI untuk Turki Cerita Perlakuan Istimewa Erdogan ke Jokowi dan JK

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Reuters)
25 Agustus 2019 12:40 WIB Puput Ady Sukarno Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal menyatakan bahwa Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan, berulangkali menyebut Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai My Brother. 

Sapaan sangat bersahabat mengenai Presiden Jokowi dàn Wapres Jusuf Kalla itu disampaikan langsung oleh Presiden Erdogan kepada dirinya saat berbincang di ruang tamu Istana Kepresidenan  Kulliyesi, Ankara, Turki, Jumat (23/2019). 

"Di setiap pertemuan dimana kami hadir, saya selalu menyempatkan diri bertemu dengan Brother Widodo", ujar Presiden Erdogan saat menceritakan dengan antusias momen "bromance" beliau dengan Presiden Jokowi di Osaka beberapa waktu lalu, seperti dikisahkan Dubes RI untuk Turki, Lalu Muhammad. 

Adapun dalam diskusi yang berlangsung sangat bersahabat dan interaktif selama sekitar 1 jam 10 menit tersebut, Presiden Erdogan didampingi Penasehat dan Juru Bicara Kepresidenan, Ibrahim Kalin, serta Dirjen Asia Pasifik Kemlu, Namik Guner Erpul. 

Sementara Duta Besar Iqbal didampingi keluarga dan Wakil Duta Besar, Hikmat Moeljawan, serta Atase Pertahanan, Sjaiful Thalib. 

Menurutnya para Duta Besar lain pada umumnya mendapatkan kesempatan berbicara dengan beliau sekitat 15-30 menit. Namun, dirinya mendapatkan kesempatan satu jam lebih dan diminta bersama keluarga. 

"Ini sebuah kehormatan buat saya dan buat Bangsa yang saya wakili. Ini menunjukjan bahwa Indonesia punya tempat khusus di hati beliau (Presiden Erdogan)," ujar Duta Besar Iqbal, yang baru Juni lalu resmi menjalankan tugasnya di Ankara, Turki, melalui keterangan resmi.

Adapun dalam pembicaraan yang dilakukan setelah upacara kehormatan oleh Presidential Guard dan penyerahan Surat Kepercayaan dari Presiden RI kepada Presiden Turki tersebut, Presiden Erdogan dan Duta Besar Iqbal membahas berbagai isu bilateral.

Sejumlah hal yang dibahas itu antara lain rencana kunjungan Presiden Erdogan ke Jakarta, rencana perluasan Kerjasama Industri Pertahanan menjadi Kerjasama Pertahanan, Penyelesaian Perjanjian Perdagangan Bebas kedua negara, kerjasama melawan terorisme hingga diskusi kecil antara Presiden Erdogan dengan kedua puteri Duta Besar Iqbal, Baiq Renaisantya dan Baiq Sophie mengenai studi, aktivitas serta makanan kesukaan mereka di Turki. 

Selain Indonesia, 3 Duta Besar lainnya  mendapatkan kesempatan menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Erdogan pada hari tersebut. Ketiga Duta Besar tersebut yaitu Filipina, Mali dan Irak. Duta Besar Indonesia mendapatkan kesempatan pertama.