Sejarah Hari Ini: 23 Agustus 1952, Kudeta Meletus di Mesir

Gamal Abdul Nasser, pemimpin kudeta di Mesir, 1952. (Wikimedia.org)
23 Agustus 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Gamal Abdul Nasser memimpin sebuah kudeta militer di Mesir demi menggulingkan pemerintahan Raja Farouk I, 23 Agustus 1952. Gamal Abdul Nasser lantas menjadi perdana menteri Mesir pada 1954.

Meletusnya kudeta di Mesir merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah dunia yang layak dikenang pada hari ke-235—hari ke-236 dalam tahun kabisat—sesuai sistem Kelender Gregorian, 23 Agustus. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah pada 23 Agustus yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini, 23 Agustus:

811
Pasukan Kekaisaran Bizantium yang dipimpin Kaisar Nikephoros I menyerbu Ibu Kota Mongolia, Pilska. Pada penyerbuan itu, pasukan Kekaisaran Bizantium menjarah harta benda milik pemimpin Mongolia, Krum Khan.

1677
Di masa Perang Scania, pasukan Denmark-Norwegia berhasil merebut wilayah Marstrand dari cengkeraman Kerajaan Swedia. Perang Scania adalah perang antara Denmark-Norwegia dan Swedia yang berlangsung dari 1675 hingga 1679.


Kota tua di Mainz, Jerman. (Wikimedia.org)
1793
Setelah melakukan pengepungan selama 18 pekan, pasukan Kerajaan Prusia kembali menguasai wilayah Mainz yang direbut Prancis pada 1792. Namun pada 1797, Prancis berhasil merebut kembali Mainz. Namun sejak 1918, Mainz kembali ke pangkuan Jerman hingga kini.

1929
Pemerintah Italia melarang penggunaan bahasa asing di dalam negeri. Kebijakan itu diambil karena pemerintah Italia menganut fasisme. Dalam ideologi fasis, kebinekaan dilarang dan perintah dari pemimpin harus ditaati tanpa pengecualian.

1942
Pasukan Jerman memulai Operasi Edelweiss untuk merebut Gunung Kaukasus dari Uni Soviet. Operasi itu memicu Pertempuran Kaukasus yang meletus dua hari kemudian.

1942
Jerman mulai membuka penampungan di Treblinka, Polandia untuk menampung orang-orang Yahudi. Saat difungsikan hingga Oktober 1943, sekitar 700.000 hingga 900.000 orang Yahudi di penampungan tersebut dibunuh menggunakan gas beracun.

1943
Kapal perusak milik Inggris, HMS Eclipse dan HMS Laforey, menenggelamkan kapal selam milik Italia, Ascianghi, di Laut Tengah. Ascianghi dibombardir karena meluncurkan torpedo ke arah HMS Newfoundland.

1952
Gamal Abdul Nasser memimpin sebuah kudeta militer di Mesir demi menggulingkan pemerintahan Raja Farouk I. Raja Farouk I lantas menghabiskan sisa hidup di pengasingannya di Monako hingga akhir hayatnya.

1992
Abkhazia mendeklarasikan kemerdekaannya dari Georgia. Meski demikian, kedaulatan Abkhazia tak diakui dunia internasional hingga kini. Satu-satunya negara yang mengakui kedaulatan Abkhazia adalah Rusia. Rusia mengakui Abkhazia sebagai negara berdaulat pada 26 Agustus 2008 lalu.


Megawati Soekarnoputri. (Antara)
2001
Megawati Soekarnoputri dilantik sebagai presiden Indonesia menggantikan Abdurrahman Wahid. Sebelumnya, Megawati adalah wakil presiden di masa pemerintahan Preisden Abdurrahman Wahid. Megawati menggantikan Abdurrahaman Wahid yang terpaksa harus melepas jabatannya setelah MPR secara resmi memakzulkannya.