Anggaran Formula E Dianggap Kegedean, Anies Singgung Asian Games 2018

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat mobil Formula E. (Instagram)
22 Agustus 2019 22:00 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta menyinggung pelaksanaan Asian Games 2018 saat dikritik soal melambungnya anggaran untuk ajang balap mobil listrik Formula E.

"Ketika kita jadi tuan rumah Asian Games, kita melakukan pembangunan yang cukup banyak. Biaya yang dikeluarkan juga besar," katanya seusai Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (19/8/2019).

Anies Baswedan menilai penyelenggaraan Asian Games 2018 justru menyerap anggaran pemerintah hingga triliunan rupiah. Meski demikian, Anies menegaskan Asian Games 2018 memberi stimulasi untuk menggerakkan perekonomian pelaku usaha, khususnya bidang pariwisata. 

Menurutnya, pelaksanaan event olah raga se-Asia tersebut tidak hanya menyumbang pendapatan atau berdampak terhadap perekonomian Indonesia.

"Namun, efek Indonesia dari [kaca mata] dunia internasional yang non-tangible [tak bisa dihitung] juga terlihat besar. Event internasional ada komponen yang tangible dan non-tangible," ucap Anies.

Sekretaris Fraksi PKB DKI Jakarta Ahmad Ruslan juga melayangkan kritik terkait melambungnya anggaran untuk penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menggelar ajang Formula E tahun depan. 

Menurutnya, biaya penyelenggaraan Formula E sangat besar dan tidak sesuai dengan prioritas pemerintah DKI Jakarta. Apalagi, banyak proyek-proyek infrastruktur yang justru dihapuskan pada APBD-P 2019. 

"Penyelenggaran Formula E sangat tidak relevan. Biaya untuk melunasi commitment fee seharusnya tidak menggunakan dana APBD karena bukan bagian pelayanan masyarakat," katanya. 

Berdasarkan catatan Bisnis/JIBI, Pemprov DKI mengalokasikan dana pada rancangan APBD-Perubahan 2019 dan rancangan APBD 2020 untuk penyelenggaraan Formula E. Dana sebesar Rp360 miliar dianggarkan oleh Dinas Olah Raga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta pada APBD-P 2019 untuk pelunasan commitment fee kepada penyelenggara.

Disorda DKI Jakarta juga mengajukan anggaran sebesar Rp934,3 miliar pada rancangan APBD 2020. Dana tersebut digunakan untuk biaya penyelenggaraan sebesar 22 juta Poundsterling atau senilai Rp379,7 miliar (nilai tukar Rp17.260/Poundsterling) dan biaya asuransi sebesar 35 juta Euro atau senilai Rp553,1 miliar (nilai tukar Rp15.804/Euro).

Bukan itu saja, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah menugaskan PT Jakarta Propertindo untuk ikut membanguna sarana dan prasarana penunjang ajang Formula E. Jakpro mengajukan anggaran sebesar Rp305 miliar yang digunakan untuk pembangunan lintasan mobil Formula E. 

Dengan begitu, total anggaran yang harus ditanggung oleh Pemprov DKI untuk menggelar balap Formula E diprediksi mencapai Rp1,5 triliun. Nilai tersebut melebihi kajian awal (preliminary study) yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Padahal, Anies menyampaikan bahwa satu agenda balapan Formula E di Jakarta akan menggerakkan perekonomian ibu kota hingga Rp1,2 triliun.

Sumber : Bisnis/JIBI