Zakir Naik Pengin Usir Keturunan China dari Malaysia, Menpora Syed Saddiq Marah

Zakir Naik (kiri) dan Syed Saddiq (kanan). (Reuters - Instagram)
15 Agustus 2019 12:30 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, KUALA LUMPUR — Pemuka agama sekaligus penceramah asal India, Zakir Naik, ramai disoroti lantaran pernyataan kontroversialnya. Pada 8 Agustus 2019 lalu, pria yang sudah mendapatkan status penduduk tetap di Malaysia itu mengatakan warga keturunan China di Malaysia seharusnya segera angkat kaki dari Malaysia.

Dikutip dari World of Buzz, Kamis (15/8/2019), Zakir Naik mengatakan jika orang keturunan China sebenarnya hanya tamu di Malaysia yang harus segera angkat kaki untuk pulang ke China.

Bukan hanya menyerang orang keturunan China, penceramah kondang tersebut juga menegaskan umat Hindu di Malaysia lebih setia kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dibanding Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Atas pernyataan itu, banyak pihak yang ingin Zakir Naik segera dideportasi dari Malaysia karena bisa menimbulkan perpecahan. Salah satu parta politik di Malaysia, Asosasi China Malaysia, bahkan ingin penceramah 53 tahun itu lekas diusir dalam waktu dekat.

Pernyataan kontroversial Zakir Naik itu juga memicu kegeraman Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq. Menteri termuda di Malaysia itu menegaskan pernyataan Zakir Naik bukan hanya menyerang orang keturunan China umat Hindu, namun menyerang seluruh warga Malysia.

"Ya. Sebuah serangan terhadap saudara-saudari China dan India kami adalah serangan terhadap semua orang Malaysia. Konyol jika berpikir bahwa sesama warga Malaysia adalah tamu. Mereka adalah keluarga saya demi Tuhan. Cukup sudah," ujar Syed Saddiq.

Atas kasus tersebut, Pemerintah Malaysia, Rabu (14/8/2019), mulai membahas status kependudukan Zakir Naik di Malaysia. Di negara asalnya di India, Zakir Naik telah mendapatkan banyak ancaman pembunuhan atas beberapa pernyataan kontroversialnya.