Diisukan akan Bankrut, Bank Mandiri Polisikan Media Online

Bank Mandiri (Twitter)
15 Agustus 2019 22:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Beredarnya isu yang menyebutkan Bank Mandiri hampir bankrut berbuntut panjang. PT Bank Mandiri Tbk melaporkan salah satu media online ke Polda Metro Jaya karena dinilai membuat kabar bohong atau hoaks.

Laporan tersebut dibuat pada Rabu (14/8/2019). Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, menyebutkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Kini, polisi sedang mendalami kasus tersebut.

"Sudah kami terima laporannya dan kami lakukan penyelidikan. Nanti kami klarifikasi terlapor seperti apa dan saksi-saksi yang lain beserta barang bukti," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (15/8/2019), dilansir Suara.com.

Terkait laporan tersebut, polisi pun telah memeriksa Senior Vice President Corporate Secretary Group Mandiri, Rohan Hafas, sebagai saksi. Menurut Rohan, pemberitaan tersebut menyebut adanya kerugian Rp 9 triliun pada Bank Mandiri. Media online yang dimaksud adalah laman www.fnn.co.id yang menerbitkan artikel berjudul Dijebol Siber Rp9 Triliun, Bank Mandiri Segera Bangkrut? yang tayang pada Selasa (13/8/2019).

"Isi berita bahwa Bank Mandiri mengalami kerugian akibat serangan siber sehingga mengakibatkan kerugian Rp 9triliun. Dampaknya adalah Bank Mandiri akan bangkrut dan diambil oleh China. Itu berita garis besarnya," kata Rohan.

Rohan pun membantah apa yang dimuat oleh media online tersebut. Pasalnya, pihak Bank Mandiri tak mengalami kerugian. "Tidak ada kerugian yang dialami [Bank Mandiri] dan tidak ada serangan siber, tidak ada China yang mengambil Bank Mandiri," katanya.

Menurutnya, pemberitaan itu berimbah kepada mengikisnya kepercayaan nasabah kepada Bank Mandiri. Sebab, Bank Mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 30 juta nasabah.

"[kerugian] Berupa kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat paling penting dari industri perbankan karena dengan kepercayaan itulah orang menabung di sebuah bank. Mereka [nasabah] juga bertanya apakah [pemberitaan] itu benar atau enggak," kata dia.

Sumber : Suara.com

Kolom 10 hours ago

Puser Parto