Jokowi Isyaratkan Tak Ambil Pendukung Prabowo Jadi Menteri

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7 - 2019). (Antara/Hafidz Mubarak)
14 Agustus 2019 19:20 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan dirinya terus mematangkan rencana komposisi kabinet pemerintah ke depan. Satu hal penting yang dipastikan oleh Jokowi adalah tidak ada menteri dari parpol pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

"Ya profesional 55, 45 dari parpol," kata Presiden seusai Upacara Peringatan Hari Pramuka di Cibubur, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Dari jumlah 45 persen tersebut, Jokowi memastikan tidak ada menteri dari pendukung Prabowo-Sandiaga. Jatah 45 persen untuk parpol itu akan diisi oleh kader-kader koalisi pendukung Jokowi.

“Jumlah partai pendukung saat ini sudah pas, sekitar 65 persen [mendominasi parlemen]. Tidak usah ditambah-tambah lagi,” kata Jokowi.

Menurutnya, partai-partai pendukungnya yang menguasai 65 persen kursi DPR mampu mendorong roda pemerintahan secara lancar. “Dulu di DKI saya hanya didukung 18 persen [partai di DPRD DKI Jakarta] bisa. Sewaktu jadi Wali Kota Solo juga hanya berapa persen, tidak apa-apa,” kata dia.

Dengan partai pendukung saat ini sudah menguasai 65 persen kursi di DPR, baginya sudah cukup. “Kalau tambah Gerindra, bisa sampai 75 persen, tambah Demokrat 83 persen. Kalau PKS dan PAN juga ya 100 persen. Apa mau begitu?” kata dia.

Dia menambahkan akan segera mengumumkan susunan kabinet baru. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, komposisi kabinet tetaplah hak prerogatif presiden. Kendati demikian, Presiden tidak menyangkal usia sejumlah menteri kabinet baru akan beragam.

"Yang muda, yang setengah muda, campur-campurlah. Ada yang setengah tua ada juga," jelas Jokowi.

Selain itu pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, beberapa nomenklatur untuk kementerian akan diubah. "Ada yang digabung, ada yang muncul yang baru. Nanti kalau sudah waktunya, tahu semua. Jangan nebak-nebak," demikian Presiden.

Sumber : Suara.com/ Antara