98 Nyawa Melayang Akibat Banjir India

Banjir di India, Minggu (13/8 - 2019). (Reuters/Sivaram V)
12 Agustus 2019 10:30 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Sebanyak 98 orang meninggal dunia mereka akibat banjir di empat negara bagian India, sementara ribuan orang telah diungsikan ke tempat yang lebih aman setelah hujan lebat dan tanah longsor.

Sebanyak 42 orang meninggal dunia di Negara Bagian Kerala, India Selatan, akibat peristiwa yang berkaitan dengan hujan yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor, kata Pinarayi Vijayan, Kepala Menteri Kerala. Menurut data yang disiarkan oleh pemerintah negara bagian, 107.699 orang dipindahkan ke 988 kamp penampungan di seluruh negara bagian tersebut.

Di Negara Bagian Karnataka, yang bertetangga, situasi tidak lebih baik, seperti dikabarkan Kantor Berita Antara dari Anadolu, Minggu (11/8/2019). Sebanyak 24 orang meninggal dunia akibat banjir di negara bagian itu, kata Kepala Menteri BS Yeddyurappa. Ia juga telah menggambarkannya sebagai banjir terburuk dalam 45 tahun.

Pemerintah Karnataka memperkirakan kerugian tanaman dan harta masyarakat serta negara akibat banjir mencapai US$1 miliar setara Rp14,2 triliun dan memutuskan untuk meminta bantuan sebesar US$451 juta setara Rp6,4 triliun dari pemerintah sentral.

Kepala Menteri Maharashtra Devendra Fadnavis pada Sabtu mengunjungi Kabupaten Kolhapur dan Sangli, yang terpengaruh banjir, kata satu siaran pers resmi. Sebelumnya ia juga mengatakan 15 tim lagi dari Angkatan Laut India dikerahkan untuk membantu operasi pertolongan.

Kondisi banjir membaik di dua kabupaten -Kolhaput dan Sangli- di Maharashtra, namun diperlukan waktu dua sampai tiga hari sampai air benar-benar surut, kata seorang pejabat.

Sedikitnya 29 orang telah kehilangan nyawa mereka di Negara Bagian Maharashtra dalam satu pekan belakangan akibat peristiwa yang berkaitan dengan banjir, demikian datar pemerintah negara bagian.

Lebih dari 200.000 telah diungsikan dari lima kabupaten di negara bagian itu setelah hujan lebat dan banjir besar.

Di Gujarat, Kepala Menteri Vijay Rupani mengadakan pertemuan pada Sabtu, dengan para pejabat senior guna membahas kondisi banjir di negara bagian tersebut.

Departemen Meteorologi India (IMD) pada Jumat (9/8/2019) mengeluarkan peringatan mengenai "hujan sangat lebat" selama dua hari ke depan di negara bagian tersebut.