Gunung Semeru Mulai Bergejolak

Ilustrasi jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. (Antara/Zumrotun S.)
12 Agustus 2019 21:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, LUMAJANG -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan aktivitas. Peningkatan itu berupa kegempaan letusan, hembusan, tremor dan tektonik pada periode pengamatan Minggu (11/8/2019) pada pukul 00.00-24.00 WIB.

"Berdasarkan laporan yang kami terima dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur tercatat kegempaan letusan sebanyak 15 kali dengan amplitudo 10-22 mm dengan durasi 55-130 detik," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan saat dihubungi Antara dari Lumajang, Senin (12/8/2019).

Selain itu, lanjut dia, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut itu memunculkan kegempaan embusan sebanyak 9 kali dengan amplitudo 2-9 mm dan durasi 25-150 detik. Kemudian gempa tremor harmonik sebanyak satu kali dengan amplitudo 1 mm durasi 200 detik, dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm berdurasi 55 detik.

"Cuaca cerah, mendung, dan hujan, kemudian angin bertiup lemah ke arah utara, timur, selatan, dan barat. Suhu udara 23-26 derajat celsius dan kelembaban udara 0-0 persen, serta tekanan udara 0-0 mmHg," tuturnya.

Secara visual Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut tertutup kabut dan asap kawah nihil, serta hujan terjadi satu kali gerimis.

Hendra menjelaskan aktivitas Gunung Semeru masih tetap pada level II atau waspada, sehingga masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif G. Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.

"PVMBG juga memberikan rekomendasi kepada warga dan pendaki Gunung Semeru agar mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jonggring Seloko, sehingga diimbau mematuhi batas aman yang direkomendasikan," katanya.

Sementara itu data di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tercatat jumlah pendaki yang naik ke Gunung Semeru pada Agustus 2019 mengalami peningkatan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, bahkan kuota pendaki penuh sejak Rabu (14/8/2019) hingga Sabtu (17/8/2019).

Kuota pendaki untuk naik ke gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dibatasi maksimal 600 orang per hari, sehingga pendaki yang ingin mengikuti upacara bendera di sejumlah titik jalur pendakian Semeru sudah harus mendaftar secara online jauh-jauh hari.

Pihak Balai Besar TNBTS membatasi jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut sampai Kalimati sesuai rekomendasi PVMBG. Karena itu pendaki dilarang keras untuk nekat ke puncak Gunung Semeru (Mahameru) karena berbahaya.

Sumber : Antara