98 Orang Bersaing Jadi Presiden Tunisia

Bendera Tunisia (Wikipedia)
11 Agustus 2019 00:30 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, TUNISSebanyak 98 orang mendaftarkan diri sebagai calon presiden Tunisia. Puluhan orang termasuk Perdana Menteri Tunisia itu berlomba mendaftarkan diri menjelang batas waktu pendaftaran, Jumat (9/8/2019).

Dikutip dari Haretz, Sabtu (10/8/2019), sekitar 42 orang mendaftarkan diri sebagai calon presiden Sudan pada Jumat. Komisi Pemilihan Umum Tunisia menyatakan ada 98 orang yang telah memasukkan berkas pencalonan sampai batas waktu pendaftaran yang ditentukan.

Pemilihan presiden (pilpres) Tunisia dijadwalkan pada 15 September 2019 mendatang. Banyaknya orang yang mendaftar membuat ajang pilpres Tunisia kali ini sangat ramai. Media Prancis, Le Temps, mengibaratkan kondisi tersebut seperti makanan yang penuh sayuran warna-warni. Pilpres Tunusia sebenarnya dijadwalkan pada November 2019. Namun, jadwalnya dimajukan karena Presiden Beji Caid meninggal dunia akhir Juli 2019 lalu.

Sementara itu, Perdana Menteri Tunisia, Youssef Chahed, mengajukan diri sebagai calon presiden pada Kamis (8/8/2019). Dia didampingi pendukungnya mendaftarkan diri sekaligus menyatakan mundur dari jabatan Perdana Menteri.

Selain Youssef Chahed, pilpres Tunisia juga dimeriahkan kandidat dari kelompok LGBT, Mounir Baatour. Namun, dia yang mengaku gay tersebut ditentang 18 kelompok aktivis hak LGBT. Meski demikian, dia tetap percaya diri mendaftar sebagai calon presiden di salah satu negara benua Afrika tersebut.

Komisi Pemilihan Umum Tunisia akan memutuskan calon yang memenuhi kriteria pada 31 Agustus 2019. Kandidat yang dinyatakan lolos berhak memulai kampanye pada 2 September 2019.