Gerindra Ungkap Penumpang Gelap di Kubu Prabowo, Ini Komentar PP Muhammadiyah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, (tengah) berpidato dalam Soft Launching Muktamar Muhammadiyah ke-48 di halaman Gedung Induk Siti Walidah, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kartasura, Sukoharjo, Rabu (31/7 - 2019) malam. (Solopos / M. Ferri Setiawan)
11 Agustus 2019 16:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nasir mengomentari pernyataan politikus Partai Gerindra yang menyebut ada penumpang gelap di kubu Prabowo Subianto saat Pilpres 2019. Dia menekankan bahwa di dalam politik harus berdasar pada sistem dan beretika.

Hal itu dikatakan Haedar seusai memberikan khutbah Idul Adha di kompleks Masjid Agung Al Azhar Jakarta, Minggu (11/8/2019). Dia menyebut dalam politik yang pragmatis sudah menjadi hal biasa jika ada kepentingan yang saling tumpang dan menumpangi. Namun Haedar menekankan sistem dan etika politik yang harus dilakukan serta memberikan manfaat pada masyarakat.

"Monggolah berpolitik yang menjunjung tinggi sistem, itu yang paling penting. Sistem politik yang berlaku, kemudian sistem di masing-masing partai," kata dia.

Selain berlandaskan sistem, kata Haedar, selanjutnya politik juga harus menjunjung tinggi etika. Politik juga harus produktif dalam melahirkan agregasi kepentingan untuk masyarakat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Politik itu juga akan baik jika ada etika. Nah, etika politik di mana pun juga harus menjadi acuan bagi setiap elite," kata dia.

Intinya, lanjut Haedar, baik internal partai maupun sesama dan antar partai agar jangan sibuk terus menerus mengurus urusan politik praktis soal kekuasaan saja. Dia meminta para pemimpin dan politikus untuk menjadikan politik sebagai alat yang baik untuk memajukan, mensejahterakan, dan menjadikan Indonesia menjadi lebih baik.

"Mari saatnya para tokoh elite dan partai politik itu sebagai kekuatan satu-satunya sistem politik yang resmi, memperjuangkan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan," kata dia.

Sumber : Antara