Sehari, 4 Jemaah Haji Meninggal Karena Serangan Jantung

Calhaj kloter pertama asal Sukoharjo berswafoto menjelang keberangkatan di Bandara Adi Soemarmo, Ngemplak, Boyolali, Minggu (7/7 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
11 Agustus 2019 15:30 WIB Candra Mantovani Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Sebanyak empat jemaah haji dilaporkan meninggal akibat serangan jantung (cardiovascular) saat melakukan ibadah haji Senin (5/8/2019) waktu setempat. Keempat jemaah hajitersebut meninggal di pemondokan dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Berdasarkan data yang diterima Solopos.com Jumat (9/8/2019) dini hari, masing-masing calhaj yang meninggal bernama Purwanto Saki Ardiman, 49, jemaah asal Jepara dan Masijah Bakrum Dolah, 51, jemaah asal Kudus meninggal akibat serangan jantung di Pemondokan Jemaah Haji. Sedangkan dua jemaah lainnya bernama Eddy Handoko Suwardi, 64, jemaah asal Banyumas dan Muchakim Kasan Rahmat, 90, jemaah asal Wonosobo meninggal di RSAS.

Dari data waktu rincian dalam data tersebut, tercatat, keempat jemaah haji tersebut meninggal diakibatkan penyakit yang sama lantaran serangan jantung. Kedua jemaah sempat dilarikan ke rumah sakit oleh tim medis, sedangkan dua jemaah lainnya dinyatakan meninggal di lokasi pemondokan.

Kasubag Penerangan Humas dan Protokol Asrama Haji Donohudan, Agus Widakdo, melalui data tersebut mengatakan terdapat penambahan jemaah haji yang meninggal ketika menunaikan ibadah haji. Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya pada Jumat (9/8) bertambahnya jemaah yang meninggal tersebut menambah daftar jemaah haji yang meninggal menjadi sejumlah 16 orang.

“Ini data update terakhir kami pada Jumat (9/8/2019). Ada penambahan jemaah yang meninggal berdasarkan informasi yang kami dapat. Empat jemaah yang baru kami dapatkan informasinya meninggal karena cardiovascular desease,” jelasnya kepada wartawan.

Sebelumnya, PIH Solo mengklaim angka calhaj yang dirujuk dirumah sakit mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 56 persen. Di tahun 2018, terdapat 125 calhaj yang dirujuk ke rumah sakit dengan rincian calhaj pria sebanyak 52 orang dan calhaj perempuan sebanyak 73 orang. Sedangkan pada tahun 2019 hanya terdapat 55 calhaj yang dirujuk ke rumah sakit.

“Tahun ini ada 55 orang jemaah yang dirujuk untuk mendapat perawatan di rumah sakit. 25 orang pria dan 30 orang perempuan. Alhamdulillah angkanya turun drastis dibandingkan sebelumnya. Angka jemaah yang meninggal juga turun drastis dibandingkan sebelumnya karena kami menerapkan screening kesehatan yang ketat,” ucap Agus Senin (5/8/2019) saat memberangkatkan kloter terakhir jemaah haji.