Tertangkap, Penghina Mbah Moen di Facebook Asal Sulsel Ngaku Cuma Iseng

Mbah Moen (Detik.com)
10 Agustus 2019 20:00 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, LUWU UTARA -- Joe Ramadhan, pria yang menghina almarhum K.H. Maimun Zubair alias Mbah Moen diamankan aparat kepolisian Polres Luwu Utara, Sulawesi Selatan,Jumat (9/8/2019). Dalam pengakuannya, Joe Ramadhan mengatakan hanya iseng mengunggah cuitan yang dianggap menghina Mbah Moen di Facebook.

Kapolres Luwu Utara, Sulawesi Selatan, AKBP Boy Samola, dalam siaran langsung Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Sabtu (10/8/2019), menjelaskan Joe Ramadhan melarikan diri dari Kutai Timur, Kalimantan Timur, setelah mengetahui dirinya dikejar polisi. Kini, Joe Ramadhan resmi ditetapkan sebagai sangka kasus pencemaran nama baik dan penyebaran ujaran kebencian.

“Kami berhasil menangkap tersangka di rumahnya di Dusun Kalatiri, Desa Mulyasari, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Jumat sore sekitar pukul 15.00 Wita. Kami masih menyelidiki kasus ini dan tersangka mengaku hanya iseng karena tidak mengenal Mbah Moen,” terang AKBP Boy Samola.

Joe Ramadhan menjadi tersangka akibat mengomentari status lewat akun Facebook-nya. Namun, komentar Joe Ramadhan ini dianggap menghina Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, almarhum Mbah Moen.

Akibatnya, pria yang merupakan seorang pekerja media di Kutai Timur itu kini terancam penjara selama enam tahun. Joe Ramadhan dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 45 A ayat (2) dengan ancaman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Dikutip dari Detik, pada hari yang sama, polisi menangkap seorang pemuda asal Malang, Jawa Timur, akibat status Facebook-nya yang dinilai menghina almarhum K.H. Maimun Zubair. Pemuda bernama Fulvian Daffa Umarela Wafi, 20, itu awalnya menuliskan status bersukacita atas meninggalnya Mbah Moen di Mekah, Arab Saudi, Selasa (6/8/2019).