Hubungan Korsel-Jepang Memanas, Uniqlo Akan Tutup Toko di Seoul

Uniqlo (Reuters/Carlo Allegri).
09 Agustus 2019 14:30 WIB Septina Arifiani/Egitya Eryaningwidhi Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Perseteruan Korea Selatan dan Jepang tampaknya masih berlanjut hingga kini. Salah satu merek fesyen asal Jepang terkenal, Uniqlo, kabarnya akan menutup gerainya di Seoul, Korea Selatan.

“Uniqlo, yang dimiliki oleh Fast Retailing (9983.T), akan menutup tokonya,” dikutip Reuters dari koran Jepang, Yomiuri.

Hal itu merupakan bagian dari aksi boikot yang dilakukan Negeri Ginseng kepada Jepang sejak awal Juli 2019 lalu sebagai balasan atas tindakan Jepang yang membatasi ekspor bahan baku teknologi ke Korea Selatan.

Selain masalah pembatasan ekspor oleh Jepang, langkah itu juga dipandang sebagai pembalasan Korea Selatan atas kerja paksa yang dilakukan oleh Jepang selama Perang Dunia II. Sebenarnya pengadilan Korea Selatan telah mengeluarkan keputusan Jepang harus memberikan kompensasi, namun Jepang belum menanggapi hal itu.

Aksi boikot yang dilakukan Korea Selatan tak hanya pada Uniqlo saja, beberapa waktu lalu Korea Selatan juga menghentikan penjualan bir Jepang dan juga melarang pengisian bensin terhadap mobil-mobil Jepang.

Perkembangan Uniqlo di Korea Selatan telah menyebar cukup luas, ia mempunyai 190 gerai dan setiap tahunnya ia berhasil menjual sekitar US$1,3 miliar setara Rp18,4 triliun atau sekitar 6,6% dari pendapatannya.