40 Nama Lolos Tes Psikologi Capim KPK, ICW Tak Puas

Suasana tes uji kompetensi Seleksi Calon Pimpinan KPK di Pusdiklat Kementerian Sekretaris Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis (18/7 - 2019). (Antara/Aprillio Akbar)
05 Agustus 2019 19:30 WIB Ilham Budhiman Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Sebanyak 40 dari 104 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan lolos tes psikologi oleh tim Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, Senin (5/8/2019).

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan bila mencermati nama-nama yang lolos tersebut pihaknya menilai tak terlalu memuaskan bagi publik.

Kurnia mengartikan bahwa Pansel dinilai gagal memberikan kesan optimisme bagi publik untuk menghasilkan calon pimpinan KPK yang benar-benar berintegritas, profesional, dan independen.

Menurut Kurnia, setidaknya ada dua poin penting dari hasil seleksi terbaru tersebut. Pertama, terdapat beberapa nama yang diduga mempunyai catatan serius pada masa lalu. 

"Tentu poin ini mesti di kroscek ulang oleh Pansel. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu terpilih menjadi Komisioner KPK," kata Kurnia, Senin (5/8/2019). 

Kedua, Pansel lagi-lagi mengabaikan isu integritas menyusul lolosnya capim KPK yang berasal dari penyelenggara negara ataupun penegak hukum yang belum patuh menyerahkan LHKPN.

Apalagi, menurutnya, LHKPN dipandang sebagai hal yang mutlak harus dipertimbangkan oleh Pansel ketika melakukan tahapan seleksi terhadap pendaftar yang berasal dari penyelenggara negara dan penegak hukum. Hal itu termaktub pada Pasal 29 huruf k UU No 30/2002.

"Namun sayang, rasanya Pansel terlewat mempertimbangkan hal tersebut," ujarnya.

40 orang yang dinyatakan lulus tes psikologi tersebut kemudian akan mengikuti tahap selanjutnya berupa profile assessment, wawancara dan uji publik, serta tes kesehatan pada Kamis hingga Jumat pekan depan.

Adapun ke-40 peserta yang lolos tes psikologi tersebut adalah 7 orang dosen/akademisi, 2 orang advokat, 3 orang jaksa, 1 orang pensiunan jaksa, 1 hakim, 6 anggota Polri, 4 auditor, 1 Kompolnas, 5 orang pegawai KPK, 4 orang PNS, 1 pensiunan PNS, dan lain-lain sebanyak 5 orang.

Dosen/Akademisi (7)

1. Fontian Munzil

2. Luthfi Jayadi

3. Marthen Napang

4. Neneg Euis Fatimah

5. Nurul Ghufron

6. Suparman Marzuki

7. Zaki Sierrad

 Anggota Polri (6)

8. Antam Novambar

9. Bambang Sri Herwanto

10. Dharma Pongrekung

11. Firli Bauri

12. Juansih

13. Sri Handayani

 Komisioner/Pegawai KPK (5)

14. Alexander Marwata - Komisioner KPK

15. Chandra Sulistyo - Pegawai KPK

16. Giri Suprapdiono

17. Laode Muhammad Syarif- Komisiner KPK

18. Sujarnako-Pegawai KPK

  Auditor (4)

19. Eddy Hary Susanto

20. Eko Yulianto

21. I Nyoman Wara

22. Wawan Saeful Anwar

 PNS (4)

23. Joko Muspianto -PNS BPKB Perwakilan Lampung

24. Nelson Ambarita - PNS BPK

25. Roby Arya - PNS Seskab

26. Sigit Danang Joyo - PNS Kemenkeu

 Jaksa (3)

27. Johanes Tanak

28. Sugeng Purnomo

29. Supardi

 Advokat (2)

30. Lili Pintauli Siregar

31. Torkis Parlaungan Siregar

Hakim (1)

32. Nawawi Pamolango

Pensiunan jaksa (1)

33. Jasman Panjaitan

Komjak Kompolnas (1)

34. Dede Farhan Aulawi

 Pensiunan PNS (1)

35. Aidir Amin Daud

 Lain-lain (5)

36. Agus Santoso (mantan PPATK)

37. Franky Ariyadi (pegawai Bank)

38. Jimmy Muhammad Rifai (Penasihat Menteri Desa)

39. Cahyo RE Wibowo (Karyawan BUMN)

40. Dedi Haryadi (Tim Stranas Pencegahn Korupsi KPK)

Sumber : Bisnis/JIBI