PLN Akui Penanganan Pemadaman Listrik Lambat, Ini Perkembangannya

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) melakukan kunjungan ke kantor pusat PT PLN (persero), Senin (5/8/2019). Kedatangannya untuk meminta penjelasan pascapemadaman listrik massal di sebagian Pulau Jawa pada Minggu (4/8). - Bisnis/Amanda Kusumawardhani
05 Agustus 2019 18:00 WIB Ni Putu Eka Wiratmini Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- PT PLN (Persero) menyatakan sejumlah pembangkit listrik dengan kapasitas 9.194 megawatt (MW) sudah beroperasi dan masuk ke sistem kelistrikan Jawa-Bali. PLN mengakui proses pemulihan berjalan lambat.

Hingga Senin (5/8/2019) pukul 12.00 WIB, pembangkit yang sudah menyala yakni PLTU Suralaya 3 dan 8, Pembangkit Priok Blok 1-4, Pembangkit Cilegon, Pembangkit Muara Karang, PLTP Salak, PLTA Saguling, PLTA Cirata, Pembangkit Muara Tawar, Pembangkit Indramayu, Pembangkit Cikarang, PLTA Jatiluhur, PLTP Jabar. Selain itu, total ada 23 gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) telah beroperasi.  

Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengakui proses pemulihan pemadaman yang terjadi sejak Minggu (4/8/2019) siang di wilayah Jabodetabek berjalan lambat. "Kami akui prosesnya memang lambat, masuk ke Suralaya masih bertegangan sedikit," katanya, Senin (5/8/2019). 

Menurutnya, untuk menghidupkan pembangkit memang memerlukan tegangan yang menjadi pemicu proses produksi listrik. Hanya ada beberapa pebangkit yang memiliki kemampuan cepat dalam menghidupkan mesin. 

Sementara itu, gangguan yang dialami sejumlah pembangkit di Jawa bagian barat sebelumnya diawali adanya tegangan turun akibat gangguan atau trip pad transmisi Ungaran-Pemalang. Gangguan transmisi bermula dari ketidakseimbangan sistem antara jawa bagian barat dengan timur. 

"Sistem harus dijaga tengan maupun frekuensi, jadi memang ini salah satu yang sangat hati-hati," katanya. 

Biasanya, dalam melakukan proses distribusi listrik sampai ke pelanggan, PLN harus memulai dari jaringan transmisi bertegangan 500 kilovolt (kV), kemudian ke transmisi 150 kV dan masuk ke 20 kV. Dalam kondisi ini, PLN melakukan pemangkasan distribusi dan menyatukannya dalam advance integrated control center

"Ini kami pangkas dan kami satukan dan jadi advance integrated control center antara penyaluran dan kontribusi antara 150 dan 20 [transmisi bertegangan 150 kV dan 20 kV]," katanya.

Sumber : Bisnis/JIBI