Kelompok Pemuja Setan Swedia Diakui Pemerintah Swedia

Ilustrasi kelompok pemuja setan (Freepik)
03 Agustus 2019 22:40 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, STOCKHOLM – Pemerintah Swedia melegalkan ajaran kelompok pemuja setan yang dianggap setara dengan agama lain. Komunitas ini telah diterima sebagai denominasi agama oleh Badan Layanan Hukum, Keuangan, dan Administrasi Swedia.

Dikutip dari Sputnik, Sabtu (3/8/2019), komunitas pemuja setan di Swedia telah memenuhi syarat sebagai organisasi keagamaan. Kelompok ini dipimpin pasangan suami istri Erik dan Jenny Hedin dari Stockholm, Swedia. Pasangan ini merupakan sarjana bidang sejarah dan linguistik.

Berdasarkan data yang ada, kelompok pemuja setan ini memiliki sekitar 100 pengikut. Gerakan ini terinspirasi oleh The Satanic Temple, kelompok aktivis dari Massachusetts, Amerika Serikat, yang menentang doa di sekolah.

Meski nama kelompok ini merujuk pada penyembah setan, sebenarnya mereka berfokus pada negara sekuler dan keadilan sosial. Poin pembicaraan anggotanya di Facebook lebih banyak membahas soal diskriminasi kaum LGBT, pelestarian lingkungan, serta mengkritik bidan yang menolak melakukan aborsi.

Kelompok tersebut pernah mengadakan seminar tentang pentingnya feminisme setan pada Pekan Pride Stockholm beberapa waktu lalu. Masyarakat Swedia memandang setan sebagai tokoh sastra. Setan dipuji sebagai panutan dan pemberontak abadi yang mendapatkan kekuasaan. Adapun ritual rutin mereka adalah doa Lucifer dan Lilith yang menempatkan diri sebagai pusat dari segalanya.

“Untuk menjadi manusia sempurna seperti Lucifer dan Lilith tidak perlu mendengarkan orang lain. Cukup percaya pada diri sendiri,” terang Jenny Hedin.

Meski sudah diakui sebagai organisasi keagamaan, kelompok pemuja setan di Swedia tidak mendapatkan perlakuan khusus. Mereka tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah. Termasuk bantuan dana untuk upacara pernikahan.

Kolom 11 hours ago

Puser Parto