Portofolio Kabinet Jokowi-Maruf, PDIP Sindir Polusi Udara Jakarta

Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7 - 2019) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. (Antara)
01 Agustus 2019 16:00 WIB Lalu Rahadian Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyinggung parahnya pencemaran udara di DKI Jakarta. Hal itu dilontarkan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat menanggapi pertanyaan wartawan soal ada tidaknya portofolio untuk susunan kabinet di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua.

Menurut Hasto portofolio dari PDIP akan berdasarkan pada konsep Trisakti agar Indonesia semakin berdaulat dan berkebudayaan.

"Ini contohnya dalam sumber daya air, menjaga lingkungan. Misalnya Jakarta gelap karena pencemaran ini bagaimana kita sikapi menjadi bagian dari program kerja Pak Jokowi menata lingkungan," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Menurut data AirVisual per 1 Agustus, indeks kualitas udara (US Air Quality Index/AQI) Jakarta pada pukul 07.00 WIB berada di angka 152. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara di Jakarta dalam kategori tidak sehat (151-200) dengan kandungan polusi PM2.5 sebesar 57,8 mikrogram/m³.

Menurut Hasto, ada pertimbangan strategis yang dimiliki PDIP sebelum menyampaikan portofolio kabinet baru kepada Jokowi. Dia meyakinkan portofolio dari partainya tidak berfokus pada jumlah kursi menteri atau kepala lembaga untuk PDIP.

Hasto juga menekankan, harusnya tak ada tekanan yang diberikan partai politik kepada Jokowi dalam penyusunan kabinet baru. Hasto mengingatkan bahwa Jokowi selaku Presiden punya hak prerogatif dalam menentukan kabinetnya.

"Presiden tetep berdaulat dan itu juga ditunjukkan oleh Ibu Megawati saat itu, beliau menyusun kabinet dengan diam, dengan sunyi tapi bisa dihasilkan sosok-sosok berkaliber nasional dan internasional," ujar Hasto.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 11 hours ago

Puser Parto