Gibran Calon Wali Kota Solo? Jokowi: Pegang Pabrik Aja Enggak Mau

Gibran Rakabuming Raka mengendarai motor custom Royal Enfield 500 beberapa saat sebelum city rolling Burnout 2018 di Solo Baru, Sukoharjo, Sabtu (1/9 - 2018). (Istimewa)
28 Juli 2019 19:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Nasional Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, masuk bursa calon wali kota Solo 2020. Jokowi menyatakan tak ingin mengatur keduanya yang saat ini memiliki usaha masing-masing.

Jokowi menilai pentingnya peran pemuda menjadi pemimpin di masa mendatang. Bahkan saat ini menjadi tren di berbagai negara di dunia. Hal ini tidak lepas dari perkembangan zaman yang berkembang pesat sehingga kalangan muda dianggap lebih mampu untuk mengikuti perkembangan tersebut.

"Ke depan, harus anak-anak muda yang memegang peranan. Karena dunia berubah cepat, banyak ketidakpasitian dan ketidakdugaan yang muncul, sehingga anak muda ini yang bisa merespons cepat," kata Jokowi seusai makan siang bersama awak media di Rumah Makan Ayam Goreng Mbah Karto Sukoharjo, Minggu (23/7/2019).

Menurut Jokowi, anak-anak muda sudah saatnya berkiprah di daerah. Saat dikaitkan dengan nama anaknya masuk bursa calon Wali Kota Solo, Jokowi menyerahkan keputusan kepada anaknya.

"Saya serahkan ke Gibran. Sama waktu dia mau jualan martabak, silakan, mau jualan pisang, ya silakan. Saya paksa pegang pabrik juga enggak mau, kita demokratis," katanya.

Jokowi mengaku, saat ini belum ada komunikasi yang mengarah dengan isu anaknya yang maju ke Pilkada Solo 2020. Begitu pula saat ditanya apakah sudah menjalin komunikasi dengan Ketua DPC PDIP Solo sekaligus Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Jokowi mengaku belum bertemu.

"Belum ketemu Pak Rudi, belum ada pertemuan dengan parpol [partai politik]," katanya.

Nama Gibran Rakabuming Raka muncul meramaikan bursa calon wali kota Solo setelah namanya menempati top survei yang dirilis Universitas Slamet Riadi (Unisri). Gibran mendapatkan 13 persen pilihan responden yang menempatkannya diperingkat kedua di bawah Achmad Purnomo yang mendapat 38 persen. Namun Jokowi masih enggan mengomentari hal tersebut.

"Apapun jabatannya, apapun kariernya, yang penting itu bertanggung jawab. Saya tegaskan kembali soal itu [calon wali kota] keputusan sepenuhnya kepada Gibran dan Kaesang," ujar Jokowi.