SPBU Korsel Ogah Layani Mobil Jepang

Warga Korea Selatan melakukan protes Anti-Jepang di depan Kedutaan Jepang di Seoul, Korsel, 20 Juli 2019. (Reuters - Hao Han)
26 Juli 2019 03:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, SEOUL Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan jasa parkir di Korea Selatan menilak melayani mobil-mobil Jepang. Hal itu terjadi akibat meningkatnya ketegangan antara Korea Selatan dan Jepang. Aksi tersebut merupakan bagian dari boikot Korea Selatan terhadap Jepang.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (25/7/2019), asosiasi SPBU Korea Selatan awal Juli 2019 menyerukan penolakan melayani pelanggan yang mengendarai mobil Jepang. Salah satu pemilik SPBU mengaku seolah melihat bendera Jepang setiap kali melihat mobil Jepang.

Pada 19 Juli 2019 suatu aliansi jasa parkir Korea Selatan juga mengumumkan kebijakan serupa. Pihak tersebut tidak akan melayani sedikit pun konsumen yang mengendarai mobil buatan Jepang. Aksi boikot serupa juga menyasar pada penjualan bir, paket wisata, hingga tiket menonton film buatan Jepang di Korea Selatan. Sentimen tersebut memicu unjuk rasa sekelompok orang di depan Kedutaan Besar Jepang di Seoul, Korea Selatan, awal pekan ini.

Sentimen anti-Jepang semakin menguat sejak Tokyo, Jepang, mengumumkan pihaknya akan membatasi ekspor bahan kimia tertentu yang dipakai dalam pembuatan semi-konduktor pada 1 Juli 2019. Padahal, pembuatan benda semi-konduktor itu merupakan industri utama di Korea Selatan. Sejak saat itulah Jepang dan Korea Selatan saling menuduh terkait perdagangan.