Tangkap Bupati Kudus, KPK Geledah Ruang Sekda Hingga Rumah Dinas

Wartawan memotret ruangan staf Bupati Kudus seusai digeledah dan disegel KPK, Jumat (26/7 - 2019). KPK menangkap 9 orang dari bupati hingga calon kepala dinas.(Antara/Kokom)
26 Juli 2019 20:35 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, KUDUS -- Selain menangkap Bupati Kudus Muhammad Tamzil, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diduga dibawa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, penyidik KPK menyegel pintu masuk ruang kerja Sekretaris Daerah Kudus dan staf khusus Bupati Kudus.

Meskipun ruang kerja Sekda Kudus Samani dan staf khusus Bupati Kudus disegel, namun tim KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas Sekda Kudus. Informasi yang beredar, rumah dinas Sekda Kudus itu ditempati Staf khusus Bupati Kudus Agus S.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar pukul 14.47 WIB, tim KPK membawa antara tiga hingga empat pejabat di lingkungan Pemkab Kudus. Di sejumlah mobil juga terdapat sejumlah kardus.

Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi saat ditemui di lokasi penyelidikan KPK di rumah dinas Sekda Kudus yang ikut mengawal tim KPK, Jumat, ketika ditanya jumlah pejabat Pemkab Kudus serta nama pejabat yang dibawa tim KPK hanya menjawab tidak mengetahui sambil pergi meninggalkan rumah dinas Sekda Kudus.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, jumlah mobil yang keluar masuk garasi rumah dinas Sekda Kudus di Jl Sunan Kudus sebanyak empat mobil. Mobil pertama yang keluar merupakan mobil Innova yang mengangkut tim KPK bersama personel Brimob dilihat dari seragam dan helm yang dipakai.

Sementara mobil terakhir, yakni mobil Toyota Fortuner dan mobil Avanza yang membawa sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kudus. Ruang kerja yang disegel oleh KPK tidak hanya ruang kerja staf khusus Bupati Kudus dan Sekda Kudus, melainkan rumah Dinas Bupati Kudus Muhammad Tamzil juga ikut disegel, namun karena pintu depan tidak disegel sehingga tidak terlihat langsung dari luar.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, KPK menyegel pintu masuk ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, staf khusus Bupati Kudus dan rumah dinas bupati.

Berdasarkan sejumlah informasi, penyegelan pintu masuk ruang kerja Sekda dan staf khusus Bupati Kudus itu diperkirakan berlangsung sebelum salat Jumat atau sekitar pukul 11.30 WIB.

Penyegelan di pintu masuk ruang kerja Sekda Kudus dan rumah dinas bupati menggunakan kertas seukuran HVS yang tertulis "Dalam Pengawasan KPK", sedangkan di pintu masuk staf khusus bupati menggunakan pita warna hitam merah yang ditempel di pintu masuk.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, KPK menangkap Bupati Kudus Muhammad Tamzil bersama delapan orang lainnya dalam kegiatan tangkap tangan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2019).

"KPK mengamankan total sembilan orang sampai saat ini. Mereka terdiri dari unsur kepala daerah, staf, ajudan bupati, serta calon kepala dinas setempat," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, kata Basaria, KPK menerima informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi dan setelah dilakukan pengecekan di lapangan terhadap bukti-bukti awal sehingga KPK segera melakukan tindakan cepat.

"Dugaan pemberian suap ini terkait dengan pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. Ada uang yang sudah diamankan oleh tim KPK yang masih dihitung. Kami menduga terjadi sejumlah pemberian terkait pengisian jabatan ini," ungkap Basaria.

Kegiatan KPK ini tidak diketahui oleh para pejabat setempat. Bahkan, acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Kudus yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus pada pukul 13.00 WIB juga tidak dihadiri Bupati Kudus Muhammad Tamzil karena yang tampak hadir hanya Wakil Bupati Kudus Hartopo bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Asisten I Pemkab Kudus Agus Budi Satrio ketika dimintai keterangannya mengakui tidak mengetahui penyegelan ruang kerja Sekda Kudus tersebut. Pasalnya, kata dia, dirinya baru pulang dari rapat koordinasi tentang pembentukan kelembagaan terkait Bendungan Logung Kudus selepas jumatan. Ketika pagi hari berkisar pukul 09.00 WIB, dirinya mengaku masih sempat rapat di ruang sekda yang kebetulan berdekatan.

Sumber : Antara