Belum Pelantikan, Koalisi Pendukung Jokowi-Maruf Diisukan Retak?

Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin didampingi pimpinan partai Koalisi Indonesia kerja berjalan meninggalkan ruang konferensi pers di gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/6 - 2019). KPU resmi menetapkan Joko Widodo dan KH Ma\\\'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019/2024. (Antara/Nova Wahyudi)
26 Juli 2019 18:30 WIB Yodie Hardiyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) membantah isu keretakan hubungan di antara parpol koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan kekompakan antarparpol di Koalisi Indonesia Kerja (KIK) masih terjaga hingga sekarang. Hasto menegaskan arah koalisi untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan ditentukan langsung presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pilpres 2019.

"Ada pihak-pihak yang mencoba melakukan framing bahwa koalisi tidak kompak. Padahal kami semua membangun sistem pemerintahan yang baik di mana Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilihlah yang nanti akan menentukan arah dari koalisi itu," kata Hasto di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Klarifikasi disampaikan Hasto karena sempat muncul kabar bahwa hubungan antarparpol di KIK merenggang. Kabar itu muncul setelah sejumlah petinggi parpol anggota KIK menggelar pertemuan tanpa kehadiran perwakilan PDIP, Senin (22/7/2019).

Pertemuan tersebut dilakukan di Kantor DPP Partai NasDem. Tokoh-tokoh yang hadir di acara itu di antaranya Ketua PKB Muhaimin Iskandar, Plt. Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Hasto menyebut berbagai dialog yang dilakukan pimpinan parpol bertujuan membangun kesepahaman untuk kepentingan bangsa dan negara. Pernyataan Hasto diamini Sekjen NasDem Johnny G Plate.

"Saat ini kontestasi politik kita dirigen utamanya Pak Jokowi. Lagu yang akan dibawa adalah lagu yang akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Semua usaha untuk memecah belah baik tokoh politik, parpol atau komponen bangsa itu tidak patriotik," tutur Plate.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah memberi penjelasan ihwal ketidakhadiran pengurus PDIP ke Kantor DPP NasDem. Dia menyebut pengurus PDIP sedang sibuk mengurus persiapan Kongres Nasional yang akan dilakukan 8 Agustus mendatang.

Sumber : Bisnis/JIBI