Bantah Capres 2024, Anies Baswedan Klaim Ngobrol Reklamasi dengan Surya Paloh

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. (Antara)
26 Juli 2019 15:30 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap isi pertemuan dirinya dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh beberapa hari lalu.

"Beliau [Surya Paloh] undang saya untuk ngobrol dan makan siang seperti biasa. Di dalam juga enggak ngobrolin [Pilpres] 2024. Itu kan pertanyaan teman-teman semua, pada jago mancing," katanya, Jumat (26/7/2019).

Anies mengatakan percakapan yang terjadi antara dia dan Surya Paloh justru paling banyak membahas soal Jakarta. Termasuk soal perkembangan reklamasi Teluk Jakarta serta liku-liku transportasi di Ibu Kota.

Lebih lanjut, Anies melontar rasa kagumnya atas sosok Surya Paloh. Menurut Anies, Surya Paloh merupakan tokoh senior dalam dunia perpolitikam Indonesia.

"Mungkin di antara pimpinan partai yang record paling lama di wilayah ya Pak Surya Paloh. Dari usia 18 tahun jadi caleg, sekarang 68 tahun. Kemarin saya dapat mendengar pengalaman beliau, hikmah hidup. Jadi ngomong santai tidak sama sekali membicarakan hal yang dipancing kan teman-teman di luar," ungkapnya.

Anies juga menepis keinginnya untuk mempersiapkan diri dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Dia mengatakan saat ini masih fokus untuk menyelesaikan tugas sebagai Gubernur DKI hingga masa jabatan berakhir.

"Saya selalu ditanya, Pak Anies ikut dalam pencapresan tidak? Saya katakan tidak. Saya konsisten, saya diajak jadi cawapres saya bilang saya tidak bersedia karena komitmen saya di Jakarta. Dan 2024 itu masih lama, yang 2019 aja belum dilantik," kata Anies.

Dalam pertemuan itu, Surya paloh sempat menyebut bahwa Anies belum sepenuhnya mengeluarkan segala kemampuannya secara optimal untuk memimpin Ibu Kota.

"Kalau skor 10, baru 5 dikeluarkan Anies. Jadi ini amat dibutuhkan oleh warga Jakarta dan bangsa Indonesia. Tugas Abang dengan niat baik dan nawaitu memberi dukungan, dorongan soalnya potensi belum dikeluarkan semua," ujar Surya Paloh.

Sumber : Bisnis/JIBI