Jemaah Calhaj Diimbau Tidak Beli Makanan di Luar

Jemaah haji kembali ke tenda setelah melaksanakan lontar jamrah, Rabu (22/8 - 2018) (Reuters/Zohra Bensemra)
24 Juli 2019 10:40 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, MADINAH – Jemaah haji Indonesia diimbau tidak membeli makanan di luar yang telah disediakan pemerintah. Hal ini disampaikan Direktur Pelayanan Luar Negeri Sri Ilham Lubis saat mengunjungi salah satu perusahaan penyedia katering di Madinah, Selasa (23/7/2019).

“Jemaah haji tidak perlu lagi menyiapkan makanan atau membeli makanan di luar, apalagi jajan, membeli makanan yang tidak terjamin higienitas dan kesehatannya,” ujarnya sebagaimana dilansir Kemenag.go.id.

“Yang kita khawatirkan kalau mereka jajan di luar, kita tidak tahu makanan itu sumbernya dari mana dan apakah higienis atau tidak,” imbuhnya.

Ia mengatakan selama di Madinah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyediakan makan dua kali sehari beserta minumnya, sedangkan untuk sarapan pagi, diberikan roti di saat malam hari.

Sri Ilham yang juga bertindak sebagai Pengendali Teknis Pelayanan Luar Negeri PPIH ini juga menjamin makanan yang disediakan oleh pemerintah dapat memenuhi kebutuhan gizi jemaah calon haji Indonesia.

“Sesuai dengan kontrak kita dengan penyedia katering, kita memang meminta mereka untuk menyiapkan bahan baku dari Indonesia,” ujar Sri Ilham.

Ia mengatakan PPIH mensyaratkan perusahaan katering untuk menggunakan bahan baku dari Indonesia, antara lain bumbu, kecap, teh, termasuk juga ikan patin, termasuk juru masak dari Indonesia.

“Sehingga tadi kita rasakan sendiri bagaimana kualitas dari makanan yang akan didistribusikan ke jemaah,” imbuhnya.

“Seperti yang tadi saya coba, memang nasinya pulen dan sayur mayurnya juga fresh, tidak terlalu matang, tidak terlalu keras dan rendangnya sudah sesuai dengan rasa rendang yang ada di Indonesia,” ujar Sri setelah mencicipi masakan yang disiapkan untuk makan malam jemaah hari ini.