Sejarah Hari Ini: 22 Juli 1209, Perang Salib Albigensian Dimulai

Lukisan yang menggambarkan Tentara Salib mengusir penganut Katarisme di Prancis, 1209. (Wikimedia.org)
22 Juli 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Perang Salib Albigensian meletus pada 22 Juli 1209. Perang itu dipicu pembantaian yang dilakukan Tentara Salib terhadao 7.000 orang yang kebanyakan penganut Katarisme di Beziers, Toulouse, Prancis.

Dimulainya Perang Salib Albigensian itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 22 Juli dan layak dikenang dunia. Berikut ini, Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org dalam Sejarah Hari Ini, 22 Juli:

838
Pasukan Kekaisaran Bizantium dikalahkan pasukan Kekhalifahan Abbasiyah dalam Pertempuran Anzen di Anzen atau kini Dazmana, Turki. Pasukan Kekaisaran Bizantium yang dipimpin Theophilos dianggap memiliki strategi buruk dalam pertempuran itu. Hal tersebut membuat pasukan Kekhalifahan Abbasiyah yang dipimpin Khaydhar bin Kawus Al-Afshin dengan mudah melakukan pengepungan.

1209
Tentara Salib membantai sekitar 7.000 orang yang kebanyakan penganut Katarisme di Beziers, Toulouse, Prancis. Pembantaian itu memicu Perang Salib Albigensian yang berlangsung selama kurang lebih 20 tahun. Di akhir perang tersebut, Tentara Salib menjadi pemenangnya.

1456
Pasukan Kesultanan Ottoman yang dipimpin Mehmed II dikalahkan pasukan Kerajaan Hungaria di Nandorfehervar atau kini Beograd. Pasukan Ottoman yang mengepung Beograd sejak 4 Juli justru kalah setelah pasukan Hungaria melancarkan serangan mendadak.

1499
Pertempuran Dornach antara pasukan Konfederasi Swiss dan pasukan Kekaisaran Romawi meletus di Dornach, Swiss. Pertempuran yang dipicu serangan pasukan Kekaisaran Romawi itu berhasil dimenangi pasukan Swiss. Setelah pertempuran berakhir, sebuah monumen didirikan di Dornach untuk memperingati kemenangan Swiss atas Romawi.

Adam Malik Batubara. (Wikimedia.org)
1917
Adam Malik Batubara lahir di Pematangsiantar, Sumatra Utara. Ia kemudian dikenal sebagai tokoh yang pernah menduduki beberapa posisi penting di pemerintahan Indonesia pimpinan Soekarno dan Soeharto. Sepanjang hidupnya, ia pernah menjadi wakil ketua III di Komite Nasional Indonesia Pusat pada 1945-1950, menteri perdagangan pada 1963-1964, menteri luar negeri pada 1966-1978, ketua DPR pada 1977-1978, dan wakil presiden pada 1978-1983.

1943
Demonstrasi besar-besaran menolak pendudukan pasukan Blok Poros terjadi di Atena, Yunani. Demonstrasi itu diredam tentara Blok Poros dengan menembaki para demonstran. Sebanyak 22 demonstran tewas tertembak.

1963
Sarawak memperoleh kemerdekaan penuh dari Inggris. Dua bulan kemudian, Sarawak bergabung dengan Federasi Malaysia.

2002
Pesawat F-16 milik Israel membombardir sebuah blok apartemen di Gaza dan menewaskan 15 warga sipil, termasuk anak-anak. Israel mengklaim serangan itu ditujukan untuk membunuh anggota kelompok Hamas, Sheikh Salah Shahada.

2003
Pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke sebuah permukiman di Irak. Serangan itu menewaskan dua anak dan satu cucu Saddam Hussein. Anak Saddam Hussein yang tewas adalah Uday Hussein dan Qusay Hussein. Sedangkan cucu Saddam Hussein yang juga tewas adalah putra Qusay Hussein, yakni Mustapha Hussein yang masih berusia 14 tahun.

Joko Widodo (kiri) dan Muhammad Jusuf Kalla (kanan). (Setkab.go.id)
2014
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2014. Joko Widodo dan Jusuf Kalla lantas dilantik pada 20 Oktober di tahun yang sama.