Tren Kosmetik Siput, Petani Thailand Panen Duit

Siput (Reuters/Soe Zeya Tun)
20 Juli 2019 16:30 WIB Septina Arifiani/Egitya Eryaningwidhi Internasional Share :

Solopos.com, NAKHON NAYOK – Phatinsiri Thankew dan petani lainnya asal Thailand tak mau kehilangan kesempatan emas memanfaatkan tingginya populasi siput di pertanian. Dalam sebulan, mereka meraih pendapatan sebesar US$320 – US$650 (Rp4.454.400 – Rp9.048.00).

Dikutip dari channelnewsasia.com, Sabtu (20/7/2019), mereka menangkap siput-siput itu untuk dipasarkan ke produsen kosmetik di Thailand, Aden Internasional, untuk dipasarkan di Amerika Serikat dan Korea.

Petani Nakhon Nayok awalnya hanya membuang ke sungai dan jalan. Namun kepopuleran kosmetik di kalangan perempuan, membuat mereka berpikiran untuk sebagai bahan dasar.

Siput-siput itu kemudian akan diekstrak lendirnya. Diketahui bahwa lendir siput kaya akan kolagen dan elastin yang membuat kulit kencang, menghilangkan kerutan dan menyembuhkan luka.

Phatinsiri mengatakan bahwa kualitas lendir yang dihasilkan oleh siput mereka memiliki kualitas yang baik, siput-siput itu makan sayuran, biji-bijian, bahkan jamur.

"Kami menemukan bahwa lendir kami berkualitas sangat baik karena siput memakan segalanya, termasuk sayuran, biji-bijian dan bahkan jamur," ungkap Phatinsiri.