Studio Animasi di Jepang Dibakar, 33 Tewas

Ilustrasi kebakaran. (Reuters/Romeo Ranoco)
20 Juli 2019 03:10 WIB John Andhi Oktaveri Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Sedikitnya 33 orang dipastikan tewas setelah seorang pria menyiram sebuah studio animasi dengan bahan bakar sambil berteriak “mati,” menurut laporan kantor berita NHK. Kajadian itu merupakan pembunuhan massal terburuk di negara itu dalam hampir dua dekade.

Polisi segera menahan seorang pria berusia 41 tahun yang menuangkan bensin di sekitar gedung tiga lantai, Animasi Kyoto tak lama setelah pukul 10:00 malam waktu setempat (01:00 GMT).

Api menelan bangunan itu ketika asap putih dan hitam mengepul dari jendela-jendelanya yang hangus. Pada 2001 juga terjadi pembunuhan massal dengan membakar sebuah sebuah gedung di Tokyo.

Shiro Misaki, seorang pemilik bar di dekat bangunan itu mengatakan dia tengah mengemudi di dekat bangunan itu dan melihat asap tebal. "Polisi menghentikan lalu lintas dan bangunan kelihatan tertutup asap tebal," katanya. Bahkan setelah kembali ke restoran miliknya, dia masih mencium bau asap.

Menurut media lokal, sekitar 70 orang diyakini berada di gedung tempat studio Kyoto Animation berada.

Beberapa korban ditemukan di studio, beberapa lainnya di lantai tiga dan selebihnya di tangga menuju ke atap, kata petugas kebakaran. Sebanyak 36 lainnya terluka dan 10 dari mereka lika serius, kata petugas itu.

Sedangan tersangka pelaku pembakaran terluka dan sedang dirawat di rumah sakit sehingga polisi tidak bisameminta keterangan, menurut NHK seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (19/7).

"Saya melihat orang-orang yang benar-benar hitam atau berlumuran darah dan menderita luka bakar di seluruh tubuh mereka," kata seorang wanita berusia 53 tahun kepada kantor berita Kyodo.

"Penelepon melaporkan telah mendengar ledakan keras dari lantai pertama Kyoto Animation dan melihat asap," kata seorang juru bicara pemadam kebakaran.

Presiden Animator Kyoto, Hideaki Hatta mengatakan kepada wartawan "ada email dengan ancaman kematian". tanpa memberikan perincian lebih lanjut.