Dapat "Kode" dari Jokowi, Kalteng Optimis Jadi Ibu Kota Baru Indonesia

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran (kiri) di Masjid Darul Arqam, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (7/5/2019). (Antara - Akbar Nugroho Gumay)
20 Juli 2019 05:10 WIB Lalu Rahadian Nasional Share :

Solopos.com, PALANGKARAYA - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran optimis wilayah yang dipimpinnya akan menjadi lokasi Ibu Kota baru Indonesia.

Optimisme Sugianto muncul bukan tanpa alasan, namun karena dia pernah mendengar langsung bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa aman dan nyaman di Kalteng.

Pernyataan Jokowi itu didengar Sugianto kala mendampingi eks Gubernur DKI Jakarta itu saat melakukan kunjungan kerja di Kalteng. Jokowi disebutnya merasa aman dan nyaman setelah masuk ke hutan di Kalteng.

"Pak Presiden pernah bilang "Pak Gubernur, saya merasa aman di sini" Saat kunjungan itu setelah berdiri diam di atas bukit selama 10 menit sendirian. Bahkan saat berdiri itu paspampres melarang kita mendekat," kata Sugianto dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota di Palangka Raya, Jumat (19/7/2019).

Sebelum Jokowi menyatakan perasaan amannya, dia juga disebut bertanya langsung ihwal kesiapan Kota Palangka Raya menjadi ibu kota baru. Pertanyaan itu disampaikan Jokowi tepat setelah dia mendarat di Kalimantan Tengah.

Sugianto berkata, awalnya Jokowi bertanya mengenai kondisi kesehatannya. Setelah itu, Jokowi menanyakan sejarah mengapa Kota Palangka Raya sempat digadang-gadang menjadi lokasi Ibu Kota di era pemerintahan Presiden Sukarno.

Setelah itu, keesokan harinya Jokowi kembali bertanya mengenai kesiapan Kota Palangka Raya menjadi ibu kota. Akan tetapi, Sugianto menyebut Kota Palangka Raya tak layak menjadi ibu kota baru karena perkembangan pembangunan selama ini.

"Tapi saya katakan, kalau Pak Presiden mau bisa kami siapkan wilayah untuk Ibu Kota di sekitar segitiga emas Kalteng. Posisinya itu diantara Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Katingan," ujarnya.

Saat ini, Kalimantan Tengah menjadi satu dari tiga provinsi yang dipertimbangkan sebagai wilayah di mana ibu kota baru akan berdiri. Dua provinsi lain yang potensial menjadi ibu kota baru adalah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

"Masalah pendanaan [untuk pindah ibu kota] ratusan triliun kecil. Jangan kerdilkan kekayaan indonesia. Kecil itu resikonya dengan dibandingkan harus dipertahankan di Jakarta lagi," tuturnya.