Donald Trump Tak Peduli Dituding Rasis

Donald Trump (Reuters)
17 Juli 2019 06:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, WASHINGTONPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, diguncang isu rasisme. Orang nomor satu di Amerika Serikat itu dituding melontarkan kalimat bernada rasisme seusai mengunggah kicauan yang menyerang empat wanita anggota Kongres dari Partai Demokrat, Minggu (14/7/2019).

Dikutip dari BBC, Selasa (16/7/2019), Donald Trump mengklaim para wanita itu berasal dari negara yang pemerintahannya dalam malapetaka. Dia menyarankan para wanita itu kembali ke negara asal mereka. Dia juga menyebut ketua DPR, Nancy Pelocy, bakal sangat senang mengatur perjalanan gratis untuk mereka.

Serangan tersebut mengemuka seusai Nancy Pelocy berseteru dengan sekelompok orang yang terdiri dari empat anggota kongres Partai Demokrar non-kulit putih yang berhaluan kiri. Keempat orang itu adalah Rashida Tlaib, Ilhan Omar, Ayana Pressley, dan Alexandria Ocasio-Cortez.

Dikutip dari Al Jazeera, keempat wanita itu tidak akan tinggal diam dengan kicauan Donald Trump. Mereka menyebut kicauan itu merupakan bagian dari pengalihan kebijakan yang paling banyak disorot.

“Sederhananya, ini adalah suatu gangguan. Suatu pengalihan dari budaya tak berperasaan, kacau, dan korup dalam pemerintahan ini. Kami ingin berurusan dengan rakyat Amerika. Itulah sebabnya kami berada di sini. Mengurangi biaya obat-obatan, menyuarakan krisis kesehatan publik, kekerasan senjata, dan ketimpangan kesejahteraan,” kata Ayana Pressley.

Keempat wanita anggota Kongres tersebut merupakan warga negara Amerika Serikat. Kecuali Ilhan Omar yang lahir di luar Amerika Serikat. Itulah sebabnya kicauan Donald Trump yang amat sensitif itu dikecam sejumlah politikus dan pemimpin dunia lainnya.

Sementara itu, Donald Trump mengaku tidak khawatir dengan komentar yang menyebutnya sebagai sosok rasis. “Jika Anda membenci negara kami dan tidak bahagia di sini, Anda bebas pergi,” terang Donald Trump.