Wanita 60 Tahun Meninggal Akibat Sedotan Stainless

ilustrasi wanita minum menggunakan sedotan stainless Enrique Marcarian/Reuters
16 Juli 2019 19:40 WIB Septina Arifiani/Egitya Eryaningwidhi Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Belakangan ini penggunaan sedotan stainless steel banyak digunakan orang untuk mengurangi sampah plastik. Sedotan ini mempunyai tekstur keras dan membuat Anda terluka jika tak barhati-hati.

Seorang wanita berusia 60 tahun asal Inggris, Elena Struthers-Gardner tewas setelah terjatuh dan tertusuk sedotan stainless di bagian kepalanya. Kala itu Struthers-Gardner sedang membawa gelas dengan sedotan stainless berukuran 10 inci di dalamnya.

Dilansir dari Live Science, Selasa (16/7/2019), menurut Daily Echo, salah perusahaan koran harian di Inggris, ketika ia jatuh sedotan tersebut menusuk bagian matanya sehingga menyebabkan cedera otak yang fatal.

Struthers-Gardner merupakan penderita skoliosis [kelainan pada tulang belakang], hal itu membuat ia sering jatuh. Gardner meninggal bulan November tahun lalu, namun kabar meninggalnya baru dirilis pekan ini.

Beberapa negara telah melarang penggunaan sedotan plastik untuk mengurangi sampah plastik, tetapi kini larangan tersebut telah memicu pro dan kontra dari masyarakat terutama bagi penyandang disabilitas. Mereka mengatakan sedotan stainless dapat menimbulkan risiko keselamatan.

“Saya hanya merasa bahwa di tangan orang-orang disabilitas seperti Elena [Struthers-Gardner], anak-anak, ataupun orang dengan gangguan kejiwaan. Sedotan ini panjang dan keras, jika dipakai oleh mereka akan berbahaya,” ujar Mandy Struthers-Gardner, suami Elena.

Tahun 2016, sebuah perusahaan minuman kopi, Starbucks, yang telah memproduksi sekitar 2,5 juta sedotan stainless terpaksa menarik kembali akibat laporan dari orang tua karena anak mereka menderita laserasi mulut [robekan pada permukaan kulit dalam mulut] akibat sedotan itu.