Gandeng Solopos, Komisi Yudisial Bakal Gelar Diskusi Publik

Pemimpin Redaksi Solopos, Suwarmin (tengah), berfoto bersama perwakilan Komisi Yudisial, Kurniawan Desiarto (tiga dari kanan), dan redaktur Solopos di Griya Solopos, Senin (15/7 - 2019). (Solopos.com/Chelin Indra Sushmita))
16 Juli 2019 06:10 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Komisi Yudisial (KY) berencana menggelar diskusi publik guna mengedukasi masyarakat tentang tugas konstitusionalnya di Kota Solo, Jawa Tengah. Diskusi publik yang bakal diselenggarakan 1 Agustus 2019 itu mengangkat tema seputar pencegahan perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim.

Menurut panitia simposium dari Komisi Yudisial, Kurniawan Desiarto, masyarakat perlu diedukasi tentang perbuatan yang merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim. Tujuannya guna menumbuhkan pemahaman masyarakat tentang menghormati keluhuran martabat hakim dan pengadilan.

“Diskusi di Solo ini merupakan kegiatan ketiga yang dilaksanakan Komisi Yudisial. Kegiatan ini digelar untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mencegah perbuatan yang merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim. Agar tidak terjadi lagi kasus kekerasan seperti dialami hakim di Pengadilan Agama Sragen beberapa waktu lalu,” terang Kurniawan Desiarto kepada awak Solopos.com dalam kunjungannya ke Griya Solopos, Senin (15/7/2019).

Ada beberapa narasumber istimewa yang mengisi acara bernama Simposium Pencegahan Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim tersebut. Narasumber utama yakni perwakilan Komisi Yudisial, didampingi Ketua Pengadilan Agama Sragen, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, serta Pemimpin Redaksi Hariam Umum Solopos.

Diskusi kali ini digelar dengan peserta terbatas, sekitar 40 orang yang berasal dari perwakilan elemen masyarakat. Para pemateri bakal menjelaskan soal perbuatan yang merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim.

Kegiatan ini merupakan salah satu cara Komisi Yudisial melaksanakan tugas konstitusional sekaligus komitmen mencegah terjadinya perbuatan merendahkan kehormatan hakim,” sambung Kurniawan Desiarto.

Simposium itu bakal memberikan penjelasan detail soal pentingnya perlindungan terhadap hakim. Sebab, hal ini bertujuan untuk menjunjung tinggi harkat dan keluhuran martabat dalam rangka mewujudkan hakim yang bersih, jujur, dan profesional.

Pemimpin Redaksi Harian Umum Solopos, Suwarmin, menyambut baik kerja sama yang ditawarkan Komisi Yudisial. Nantinya, dia bakal menjelaskan bagaimana kerja jurnalis dan peran media massa dalam mencegah perbuatan merendahkan kehormatan hakim.