Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Sulitnya Dapat Tiket Pesawat Murah

Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA). - ANTARA FOTO /Andreas Fitri Atmoko
13 Juli 2019 11:10 WIB Sri Mas Sari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Kemenko Perekonomian menanggapi keluhan masyarakat menyebut sangat sulit mendapatkan tiket murah untuk jadwal penerbangan 11 Juli, hari pertama saat penyediaan tiket dengan harga 50% dari tarif batas atas berlaku.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan rata-rata penerbangan Citilink pada tanggal tersebut sudah penuh karena dipesan jauh-jauh hari sebelumnya.

Menurut Susiwijono Moegiarso, pada pola reservasi tiket penerbangan murah, ada jarak antara date of issued (waktu pembelian tiket) dan date of travel (waktu bepergian), yakni rata-rata 30 hari. Ditambah lagi, pekan ini bertepatan dengan minggu terakhir masa libur sekolah.

Dia menyebutkan, dari 62 rute penerbangan Citilink yang didedikasikan untuk tiket murah, hanya 34 yang masih menyediakan kursi kosong.

“Dari 34 itu, tiket murah yang tersedia untuk flight kemarin hanya 411 seat,” katanya, Jumat (12/7/2019).

Susiwijono memberi contoh rute penerbangan Citilink Solo-Cengkareng dengan jadwal kemarin pukul 13.50 WIB, alokasi tiket murah 54 kursi (30 persen dari kapasitas pesawat 180 kursi) habis terjual.

Citilink menerapkan sistem first come, first serve atau siapa pesan dulu, dia dapat. Tiket murah itu diberi kode BCLN.

Di sisi lain, pemerintah mewaspadai potensi penyalahgunaan oleh calo dengan cara memborong tiket murah untuk kemudian dijual lagi dengan harga normal.

“Nanti akan ada conditional [ketentuan khusus] di situ, misalkan mau mengubah nama [penumpang], akan dikenai biaya lebih mahal,” kata Susiwijono.

Sumber : Bisnis.com