Yusril Jadi Pengacara Tersangka Kasus Makar Habil Marati

Yusril Ihza Mahendra. (Bisnis/Aziz Rahardyan)
10 Juli 2019 19:01 WIB Rayful Mudassir Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra akan menjadi penasehat hukum Habil Marati, politikus PPP yang menjadi tersangka kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional.

Yusril mengunjungi Habil Marati yang ditahan di Polda Metro Jaya, Rabu (10/7/2019). Kunjungan tersebut untuk mendengarkan langsung perkara yang sedang dihadapi Habil.

"Mungkin akan saya terima permintaan beliau untuk menjadi penasehat hukumnya dan juga berkooordinasi dengan Polda dan Mabes Polri untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," katanya di Polda Metro Jaya, Rabu (10/7/2019).

Yusril mengatakan permintaan tersebut disampaikan tersangka Habil melalui seorang temannya. Permintaan ini diakui terkait permasalahan yang sedang dihadapi Habil saat ini.

Menurutnya, Habil sudah cukup lama di tahan di rutan Polda dengan sangkaan membeli sejumlah senjata untuk rencana melakukan Makar pada kerusuhan 21 - 22 Mei lalu. Yusril juga ingin mengetahui kebenaran yang terjadi pada Habil.

"Ataukah ada versi lain dari Habil, saya ingin dengar dulu dari beliau. Mungkin dari diskusi ini kita akan sikapi bersama mungkin juga menjadi kuasa hukum. Saya oke saja dalam arti bahwa ingin menjernihkan persoalan yang dihadapi Pak Habil," katanya.

Kendati demikian Yusril mengaku belum mengetahui secara persis kasus yang dialami Habil. Dirinya juga perlu mengklarifikasi tentang beberapa hal terkait kasus yang menjerat politisi tersebut.

Yusril tiba sekitar pukul 16.20 WIB di Polda Meteo Jaya. Hingga kini Ketum PBB itu masih berada di dalam gedung Reskrimum Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, polisi telah menangkap dan menetapkan Habil Marati sebagai tersangka terkait kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan seorang direktur lembaga survei.

Habil disebut berperan sebagai pemberi dana sebesar Rp150 juta kepada Kivlan Zen untuk keperluan pembelian senjata api saat sebelum kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 4 hours ago

Cukai Plastik