Prabowo-Sandi Kasasi Lagi ke MA, KPU Anggap Sudah Selesai

Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) bersama Ketua Bawaslu Abhan (kedua kiri) bergandengan tangan dengan perwakilan saksi TKN 01 dan BPN 02 usai mengikuti rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional dan penetapan hasil Pemilu 2019 di gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari. - ANTARA/Dhemas Reviyanto
10 Juli 2019 05:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai sengketa Pemilu 2019 sudah selesai dengan keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi. Hal ini disampaikan KPU menyusul aksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajukan kasasi kedua ke Mahkamah Agung (MA).

Perkara dalam kasasi ini pun sama dengan upaya kasasi sebelumnya yang sudah ditolak MA, yakni dugaan pelanggaran administrasi pemilu yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM). Selain itu, gugatan serupa juga sudah ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
 
Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan sesuai pemahamannya, sengketa Pemilu hanya dapat dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia pun mengapresiasi pasangan Prabowo-Sandi yang sudah melakukan upaya itu. 
 
“Tapi, kita sama-sama ketahui MK telah menyidangkan dan memutuskan. Putusan MK final dan mengikat. Jadi, bagi kami sudah selesai,” ujar Viryan di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Meski demikian, dia menyatakan bahwa pengajuan kasasi ke MA merupakan hak Prabowo-Sandi dan MA pun tentu akan menilai sendiri permohonan tersebut.

Kasasi kedua Prabowo-Sandi ini telah diregister dengan Perkara Nomor 2P/PAP/2019 tanggal 3 Juli 2019. Saat ini, perkara tersebut sudah diproses dan tengah menunggu tanggapan KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) selaku termohon.

Ini merupakan pengajuan kasasi kali kedua dan dilakukan sepekan setelah MK menolak gugatan Prabowo-Sandi. Dalam pengajuan kasasi kedua ini, pasangan tersebut memberi kuasa kepada Konsultan Hukum Nicholay Aprilindo Associates.

Sebelumnya, pasangan nomor urut 02 dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini melaporkan termohon yang sama melalui Ketua Tim Sukses Prabowo-Sandi Djoko Santoso ke Bawaslu.

Dalam putusan kasasi terdahulu, MA menguatkan Putusan Bawaslu yang tidak dapat menerima perkara tersebut atau niet ontvanklijk verklaard (N.O). Artinya, materi perkaranya tidak diperiksa sama sekali oleh Bawaslu karena tidak memenuhi syarat-syarat formil lantaran pemohon tidak menyertakan alat-alat bukti untuk mendukung permohonannya.

MA kembali menyatakan perkara tersebut N.O. dengan menambahan alasan penolakannya. Djoko tidak mempunyai legal standing atau alasan hukum untuk mengajukan perkara. Atas putusan kasasi MA tersebut, pengacara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi kemudian mengganti Pemohon perkara. Kali ini, permohonannya dilakukan langsung oleh Prabowo-Sandi sebagai pihak yang mempunyai legal standing.

Kolom 4 hours ago

Cukai Plastik