Menkumham: Korban Pelecehan, Baiq Nuril Tak Layak Dijerat UU ITE

Menkumham Yasonna Laoly berbincang bersama politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka (kanan) dan Baiq Nuril (tengah) di Kemenkumham, Jakarta, Senin (8/7 - 2019). (Antara/Muhammad Adimaja)
08 Juli 2019 20:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly, mengatakan penjelasan tim IT dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai bahwa UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tak layak dikenakan Baiq Nuril.

“Kami akan adakan diskusi dengan pakar hukum juga tim TI dari Menkominfo yang menjelaskan bahwa memang kasus ini dari segi analisis UU ITE tidak layak untuk dia [Baiq Nuril],” ucap Laoly, di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Meski begitu, dia tetap menghormati keputusan Mahkamah Agung. Bertempat di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, sore ini, Yasonna bertemu Baiq Nuril yang ditemani oleh kuasa hukumnya Joko Jumadi, dan politikus PDIP, Rieke Diah Pitaloka.

Dalam pertemuan itu mereka membahas mengenai langkah hukum selanjutnya yaitu pengajuan permohonan amnesti kepada Presiden Joko Widodo. Ini merupakan upaya hukum terakhir setelah MA menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan Baiq Nuril pada 3 Januari 2019 lalu.

Yasonna H Laoly khawatir dampak bila permohonan amnesti terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Baiq Nuril, tidak dikabulkan. Dia khawatir ratusan ribu wanita Indonesia yang menjadi korban pelecehan seksual akan takut melapor.

“Yang kita khawatirkan kalau ini tidak dilakukan maka mungkin ada ratusan ribu perempuan Indonesia korban kekerasan seksual tidak akan berani lagi bersuara atau memprotesnya, jadi ini harus kita lakukan,” ujar Yasonna.

Yasonna mengatakan hal ini bisa saja terjadi seusai kasus Baiq Nuril. Wanita Indonesia lain yang menjadi korban kekerasan seksual akan takut melapor jika nantinya justru mereka sendiri yang dipenjarakan.

“Ini bukan sekedar kasus kecil, ini menyangkut rasa keadilan yang dirasakan oleh Ibu Baiq Nuril dan banyak wanita-wanita lainnya, yang seharusnya korban tetapi dipidanakan,“ tambahnya.

Sumber : Antara