Isu Audrey Yu Ditawari Jadi Menteri Jokowi Hoaks, Ini yang Sebenarnya

Buku Karya Audrey "Melow Yellow Drama". (Repro)
08 Juli 2019 18:00 WIB M. Taufikul Basari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Nama Audrey Yu Jia Hui tengah ramai di jagat maya karena kisah kecerdasannya yang luar biasa. Namun beredar isu bahwa dia bekerja di Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) hingga bertemu Presiden Joko Widodo di KTT G20.

Bahkan, katanya, Audrey ditawari pekerjaan di Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT). Isu tentang pekerjaan di NASA dan bertemu Presiden Jokowi itu dipastikan tidak benar. Cerita yang beredar di media sosial itu pun ditepis keluarganya.

Hal itu disampaikan Bentang Pustaka, penerbit buku di mana Audrey pernah menerbitkan dua bukunya. Lewat akun Twitter terverifikasi, @bentangpustaka menampilkan screenshoot percakapan dengan orang tua Audrey, Budi Lukito.

Screenshoot pesan atas nama Budi Lukito itu berbunyi sebagai berikut:

Dengan hormat,

Bersama ini, saya Budi Lukito (Orang Tuanya Audrey) bermaksud memberikan klarifikasi sebagai berikut:

  1. Audrey tidak pernah bertemu dengan bpk. Presiden Jokowi.
  2. Audrey tidak pernah bekerja di NASA
  3. Audrey masih S1 dan sedangn mengambil S2/S3 di Amerika.

Semoga penjelasan diatas, bisa menjernihkan berita yang beredar saat ini.

Bentang, dalam unggahan di Twitter menyatakan merasa janggal dengan berita soal Audrey yang bekerja di NASA. “Kami merasa janggal karena #Audrey tidak pernah bekerja di NASA. Kami mengenal baik #Audrey karena pada 2014 dan 2015, #Audrey menerbitkan 2 bukunya bersama Bentang Pustaka yang berjudul #MellowYellowDrama dan #MencariSilaKelima,” tulis Bentang.

Oleh karena itu, Bentang kemudian minta klarifikasi kepada orang tua Audrey. Namun, walau kabar bekerja di NASA dan bertemu Jokowi adalah hoaks, Bentang memang mengakui bahwa Audrey adalah seorang jenius. “Kejeniusannya merupakan sebuah kebenaran.”

Dipilihnya sosok Audrey bukanlah tanpa alasan. Audrey disebut anak jenius yang mampu menyelesaikan jenjang SMP selama 1 tahun, SMA ditempuh 11 bulan, dan menamatkan S1 di The College of Willliam and Mary, Virginia (AS), saat usianya masih menginjak 16 tahun.

Sumber: Bentang Pustaka