Jenazah Soetopo Tiba di Jakarta, Diterbangkan ke Boyolali Senin Pagi

WNI menunjukkan foto Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho ketika dirawat di Modern Hospital Guangzhou, China, Minggu (7/7 - 2019). (Antara/Zabur Karuru)
07 Juli 2019 21:36 WIB Adib Muttaqin Asfar, Imam Yudha S Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Jenazah Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pusdatinmas) BNPB Sutopo Purwo Nugroho telah tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Minggu (7/7/2019) malam. Saat berita ini diturunkan, jenazah Almarhum tengah dalam perjalanan dari Bandara Soetta menuju rumah duka di Raffles Hill I-6 No 15 Cibubur.

Iring-iringan mobil yang membawa jenazah Sutopo terpantau meninggalkan Bandara Soetta sekitar pukul 21.15 WIB menuju Raffles Hill Cibubur. Sesuai rencana, jenazah memang dijadwalkan tiba sekitar pukul 20.30 WIB di Bandara Soekarno Hatta. Pada Senin (8/7/2019) pagi, jenazah akan diterbangkan ke Solo melalui Bandara Soetta pada pukul 05.20 WIB untuk selanjutnya dimakamkan di tempat kelahirannya di Boyolali.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, menyebut Sutopo Purwo Nugroho sebagai Pahlawan Kemanusiaan. Tak hanya mengabarkan informasi tentang kebencanaan saat menderita kanker paru-paru, Sutopo juga kerap melawan informasi yang tidak benar (hoaks).

Sutopo yang menjabat sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pusdatinmas) BNPB meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit St. Stamford Modern Cancer, Guangzhou, Tiongkok, Minggu (7/7/2019).

Putra dari pasangan Suharsono Harsosaputro dan Sri Roosmandari ini berpulang sekitar pukul 02.20 waktu Guangzhou atau sekitar pukul 01.20 WIB. Sutopo meninggalkan seorang istri, Retno Utami Yulianingsih, dan dua orang putra, yakni Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho.

Doni Monardo memerintahkan kepada seluruh staf untuk menyiapkan segala sesuatunya terkait pemakaman. Doni juga meminta secara khusus agar penerimaan jenazah sang Pahlawan Kemanusiaan itu dapat diproses dengan pemakaman menggunakan tradisi kedinasan BNPB dan juga melibatkan unsur BPBD Boyolali dan Jawa Tengah.

"Pak Topo adalah Pahlawan Kemanusiaan yang telah ikut membesarkan nama BNPB sejak dibentuk tahun 2008. Pak Topo juga telah mengharumkan nama Indonesia dalam sejumlah karyanya antara lain penghargaan tertinggi yang diterima Pemerintah RI di Baku Azerbaijan dari PBB di Bidang Inovasi Kebencanaan melalui peta bencana,” ujar Doni dalam keterangan resmi.

Sutopo meninggalkan Tanah Air menuju Guangzhou, Tiongkok untuk menjalani pengobatan sejak 15 Juni 2019 lalu. Menurut dokter, waktu pengobatannya yang dijalani Sutopo akan memakan waktu selama 30 hari.

Akan tetapi, Sutopo telah dipanggil terlebih dahulu sebelum menyelesaikan pengobatannya tersebut. Informasi terakhir, kanker yang dideritanya telah menyebar ke otak, tulang, dan beberapa organ vital tubuh lainnya.

Kolom 6 hours ago

Puser Parto